• Minggu, 27 November 2022

Ade Armando Angakt Suara Soal PT. Titan Dituduh Melakukan Penipuan

- Rabu, 28 September 2022 | 15:20 WIB
Ade Armando minta MK sahkan nikah beda agama. ( Instagram @budimanaktivis98)
Ade Armando minta MK sahkan nikah beda agama. ( Instagram @budimanaktivis98)

HARIANTERBIT.com - Pegiat sosial dan juga Dosen Komunikasi Politik UI, Ade Armando angkat bicara terkait persoalan PT. Titan Infra Energy dan Bank Mandiri. Menurutnya, tuduhan soal penipuan dan penggelapan yang dialamatkan kepada PT. Titan tidak masuk akal.

"Yang paling tidak masuk akal adalah Titan dituduh melakukan tindakan penipuan dan penggelapan, memang pembayaran utang Titan sempat macet tapi itu terjadi dalam konsisi darurat covid. Pemerintah menerapkan saat itu perlunya bank-bank melakukan relaksasi dalam pebayaran utang," kata Ade dalam tayangan Youtube COKRO TV yang dilihat, Rabu, 28 September 2022.

Ade mengatakan, sumber cerita yang dia bagikan berasal dari pemberitaan Majalah TEMPO edisi Agustus lalu, dan sebagian lain dia dengan dari berbagai pihak yang menurutnya kredibel.Menurutnya, persoalan antara PT. Titan Infra Energy dan Bank Mandiri bukan berada di ranah pidana. Sebab ada kesepakatan tersendiri antara keduanya.

Baca Juga: Polri Usut Kasus Robot Trading Mark AI yang Rugikan Korban Rp 25 Miliar

"Jelas ini bukan perkara kriminal, dalam kesepakatan kredit antara sindikasi sendiri ditetapkan bahwa kalau ada kelalaian salah satu pihak perselisihan diselesaikan dalam badan arbitrase nasional di Singapura. Bukan dengan tiba-tiba saja debitur dituduh menggelapkan dana," terangnya.

Ade mengatakan Titan dan bank sindikasi menandatangani perjanjian yang disebut Cash and Accounts Management Agreement (CAMA).

Dalam kesepakatan ini ditetapkan bahwa semua pendapatan Titan dan anak perusahaannya harus masuk ke dalam rekening collection account (CA) di Bank Mandiri. Dana tersebut kemudian akan dialokasikan ke dua akun, 80 persen ke rekening operating account (OA) dan 20% ke rekening debt service account (DSA).

Lagi pula, lanjutnya, yang dijadikan landasan tuduhan penggelapan adalah tidak disetorkannya uang hasil operasi ke CA melainkan ke OA.

"Itukan masih di Bank Mandiri, Bank Mandiri juga. Tidak ada uang yang dilari keluar Bnak Mandiri. Sepanjang proses ini pun, Titan berupaya membayar utang cicilan meraka. saat ini utang cicilan yang harus dibayar sekitar USD 204 juta. Untuk membayar utang titan sempat meminta izin kepada bank mandiri untuk menjual anak perusahaannya di bidang perkapalan, tapi ditolak," bebernya.

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

PAM Jaya Dapat Alokasi PMD Sebesar Rp324,6 Miliar

Sabtu, 26 November 2022 | 23:00 WIB

Rencana Elon Musk Pulihkan Akun Twitter yang Diblokir

Sabtu, 26 November 2022 | 14:45 WIB

NasDem DKI Turun Tangan Bantu Korban Gempa Cianjur

Jumat, 25 November 2022 | 20:49 WIB

Fahira: Posisi Guru Istimewa dalam UUD 1945

Jumat, 25 November 2022 | 14:15 WIB
X