• Sabtu, 10 Desember 2022

Soal Berkas Ferdy Sambo cs, Waktu Kejagung Menipis

- Selasa, 27 September 2022 | 16:16 WIB
Ferdy Sambo dan istri, Putri Candrawathi, saat rekonstruksi pembunuhan Brigadir J di rumah Duren Tiga, Jakarta Pusat.  (ikbal muqorobin)
Ferdy Sambo dan istri, Putri Candrawathi, saat rekonstruksi pembunuhan Brigadir J di rumah Duren Tiga, Jakarta Pusat. (ikbal muqorobin)

HARIANTERBIT.com - Kelanjutan kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofrinsyah Yosua Hutabarat kini berada di Kejaksaan Agung (Kejagung). Berkas tersangka pembunuhan Brigadir J masih dalam pemeriksaan dan penelitian oleh Kejagung. 

Waktu bagi Kejagung untuk menentukan berkas milik Ferdy Sambo cs pun semakin menipis.
 
Sesuai dengan ketentuan Pasal 110 ayat 4 KUHAP, waktu Kejagung untuk menentukan berkas lengkap (P21) atau harus dikembalikam kepada penyidik sampai Kamis, 29 September 2022 mendatang. 
 
"Itu batas waktu kan belum selesai sampai Kamis. Rencana besok hari Rabu akan didoorstop semua oleh Pak Jampidum," kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana kepada wartawan, Selasa, 27 September 2022. 
 
 
Tidak hanya berkas tersangka pembunuhan Brigadir J, Kejagung juga memeriksa berkas tersangka obstruction of justice dalam penanganan pembunuhan Brigadir J. Kejagung akan mengumumkan secara bersama-sama berkas dua perkara tersebut. 
 
"Iya masih ada waktu dua hari ya kita," imbuh Ketut. 
 
Diketahui polisi menetapkan lima tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J. Mereka adalah eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, istri Sambo Putri Candrawathi, Baharada E atau Richard Eliezer, Bripka RR atau Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf.
 
Lima tersangka disangka dengan pasal pembunuhan berencana, Pasal 340 subsider Pasal 338 junto Pasal 55 dan 56 KUHP dengan hukuman maksimal hukuman mati.
 
 
Sementara itu dalam kasus obstruction of justice penanganan pembunuhan Brigadir J polisi menetapkan tujuh tersangka.
 
Mereka adalah Ferdy Sambo, Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria, Arif Rachman Arifin, Baiquni Wibowo, Chuck Putranto dan Irfan Widyanto.
 
Para tersangka diduga melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 dan/atau Pasal 48 Ayat (1) juncto Pasal 32 Ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 221 Ayat (1) ke 2 dan 233 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dan/atau Pasal 56 KUHP. ***
 
 

Editor: Yuli Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak 11 Tahun

Jumat, 9 Desember 2022 | 10:55 WIB

Erupsi Gunung Semeru Masih Terus Berlangsung

Kamis, 8 Desember 2022 | 12:15 WIB
X