• Minggu, 27 November 2022

Koar-koarkan Produk AMDK Tertentu ke Publik, Ketua APSI Dikritik Anggotanya

- Senin, 26 September 2022 | 10:26 WIB
Ilustrasi (ist)
Ilustrasi (ist)

HARIANTERBIT.com - Terlalu seringnya memuji-muji dan berkoar-koar untuk produk air minum dalam kemasan (AMDK) tertentu di forum-forum besar dan publik, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia, Saut Marpaung, dikritik anggotanya.

Saut dinilai telah melakukan hal-hal yang sifatnya tendensius atau berpihak hanya kepada satu produk tertentu saja. 
 
“Saya memberikan kritik kepada Ketua Umum Saut Marpaung itu karena ada tulisan-tulisannya yang sifatnya tendensius (memuji-muji produk galon sekali pakai).  Bahkan, dia menyampaikannya di forum yang nggak seharusnya beliau sampaikan. Kesannya, APSI itu membela satu merek tertentu saja. Padahal, apa yang dilakukannya itu kan tidak mewakili APSI tapi pribadi,” kata Anggota APSI, Daniel LA dalam keterangannya, Senin, 26 September 2022.

Baca Juga: Majelis Rakyat Papua: Lukas Enembe Harus Patuhi Proses Hukum, KPK dan PPATK Punya Bukti Kuat
 
Dia mengatakan kritik kepada Saut Marpaung ini hanya untuk menjaga supaya kredibilitasnya sebagai Ketua Umum APSI itu terjaga.  “Forumnya kurang tepat dia melakukan itu. Itu kan terkesan agak provokatif ya,” ujarnya.
 
Dia menegaskan bahwa Saut dalam sebuah forum atau grup terlihat lebih cenderung membela satu merek dengan memuji-muji kelebihannya dibanding merek yang satunya lagi. “Jadi, ada tendensiuslah yang sangat jelas. Itu yang saya kritisi,” ucapnya.
 
Sebaiknya, menurut Daniel, sebagai Ketua APSI itu harus bertutur netral tanpa memihak kepada produk tertentu. “Sebagai Ketua Umum APSI, kapasitas Saut seharusnya tidak boleh terlalu mengarah ke satu merek gitu. Mungkin kalau di forum yang terbatas nggak masalah. Tapi, kalau di forum yang terbuka, sebaiknya disampaikan dengan lebih konstruktif lah ke produsennya. Saya pikir daur ulang plastik itu harus ditangani bersama dan untuk semua sampah bukan untuk sampah tertentu saja,” katanya.
 
Dia mengatakan dalam hal daur ulang sampah plastik, para produsen seharusnya juga ikut membantu. Karena, daur ulang itu identik dengan bagaimana mengurangi sampah plastik yang dihasilkan oleh produsen itu sendiri. Dia menuturkan bahwa dalam kebijakannya, perusahaan multinasional memiliki garis yang cukup jelas dari pusatnya.

“Tapi, kalau di berbagai negara seperti di Indonesia, mungkin karena kurangnya low enforcement, kurangnya adanya tekanan, ini membuat produsen nasional itu lebih nyantai,” ungkapnya.
 
Hal senada juga disampaikan pegiat sampah, Arif Sholikin.  Menurutnya, semua sampah, baik yang organik maupun anorganik harus sama-sama dikelola dan tidak bisa hanya mengutamakan sampah dari satu produk tertentu saja. 
 
“Jadi, tidak boleh mengelola sampah itu hanya untuk produk tertentu saja. Kalau berbicara sampah itu multi pihak, artinya semua sampah itu tidak hanya satu yang bisa dikelola,” tukasnya.
 
Dia mengatakan semua produsen harus memiliki Extended Producer Resposibility (EPR) atau menarik kembali semua sampah plastik yang ditimbulkan dari kemasan produknya. “Tapi, jika produsen itu hanya bekerjasama dengan pengusaha sampah saja tanpa melakukan sendiri penarikan sisa produk kemasannya, itu bukan EPR namanya,” ujarnya.
 
Seperti diketahui, dalam pemberitaan-pemberitaan di media, Saut Marpaung terkesan selalu memuji-muji galon sekali pakai. Di saat banyak masyarakat beranggapan bahwa galon sekali pakai sangat bertentangan dengan agenda keberlanjutan yang lebih ramah lingkungan, Saut terkesan membelanya.

Dia mengatakan bahwa galon sekali pakai tidak hanya bisa didaur ulang, tapi juga berpotensi memberdayakan masyarakat dengan memungut dan mendaur ulang.
 
Dalam akun Twitternya, dia juga membuat cuitan yang mengkritisi aktifis lingkungan yang menolak keberadaan galon sekali pakai dengan alasan malah menambah masalah sampah terhadap lingkungan.

Baca Juga: Bamsoet Harap Pembalap Junior Indonesia Bisa Berlaga di Valensia Spanyol

Dalam cuitannya dia menuliskan “Kenapa galon sekali pakai yang dicari cari pemulung sumber pendapatan kami malah kalian tolak? Dimana logika berpikirnya? Kenapa tidak buat petisi tolak masker sekali pakai? Material ini tidak dicari pemulung, menumpuk jadi sampah dimana mana bahkan mencemari lingkungan!”
 
Begitu juga saat ada petisi yang mengajak untuk menolak keberadaan galon sekali pakai yang akan menambah pencemaran lingkungan, Saut juga mengatakan bahwa ajakan itu salah sasaran.

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

PAM Jaya Dapat Alokasi PMD Sebesar Rp324,6 Miliar

Sabtu, 26 November 2022 | 23:00 WIB

Rencana Elon Musk Pulihkan Akun Twitter yang Diblokir

Sabtu, 26 November 2022 | 14:45 WIB

NasDem DKI Turun Tangan Bantu Korban Gempa Cianjur

Jumat, 25 November 2022 | 20:49 WIB

Fahira: Posisi Guru Istimewa dalam UUD 1945

Jumat, 25 November 2022 | 14:15 WIB
X