• Rabu, 28 September 2022

Merasa Dicemarkan di Medsos, Pengusaha Polisikan Wanita Berinisial M

- Kamis, 22 September 2022 | 15:16 WIB

HARIANTERBIT.com - Jenny Widjaja, seorang pengusaha melaporkan wanita berinisial M alias MP, PM ke ke SPKT Polda Metro Jaya. M dilaporkan karena diduga melakukan pencemaran nama baik terhadap Jenny yang diisukan melukai M dengan menggunggah di media sosial, seperti di Instagram, tiktok, Facebook.

Erick Sibuea & Partners Law Office, kuasa hukum Jenny mengatakan, akibat perbuatan M, kliennya mengalami kerugian secara immateriil. Laporan ditangani Direktorat Kriminal Khusus, tindak pidana pencemaran nama baik melalui media elektronik pasal 27 no pasal 45 uu no19 tahun 2016 tentang perubahan atas uu no 11 tahun 2008 tentang ITE.

"M alias PM, MP datang dengan mobil sewaan nominal yang harus dibayar Rp 2,7jt dan tidak dibayarkan oleh M sehingga supir menurunkan M dengan semua barang-barang pribadi M seperti koper baju, bantal guling, selimut, kasur, dan lainnya. Akhirnya supir mobil sewaan pergi tanpa dibayar," ujar Erick dalam keterangannya, Kamis, 22 September 2022.

Baca Juga: Sidang Dugaan Korupsi Migor, Togar Keberatan Disebut Patungan Beri Uang Lembur

M, sambung Erick, uga membuat konten-konten seakan-akan dia mengalami luka di hidungnya seperti yang dilaporkan dengan sebagaimana pasal 352 KUHP terhadap kliennya. Tetapi setelah pihaknya melakukan investigasi, faktanya dan bertanya kepada saksi yang ada, kliennya tidak melakukan hal tersebut.

"Klien kami merasa terdzolimi sehingga nama baiknya tercemar, akhirnya kami sebagai kuasa hukum melakukan laporan atas tindakan pencemaran nama baik dalam media elektronik, dan ancamannya adalah pidana penjara 4 tahun," tegasnya.

Yang berbunyi "Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun dan/atau denda paling banyak Rp750 juta."

Erick menegaskan tidak ada pemukulan. Yang dilakukan kliennya hanya meminta M untuk menghentikan merekam dan menghapus video yang direkam tanpa izin. Tapi M malahan marah dan langsung menarik baju kliennya. Sehingga saat itu security yang sejak awal sudah mengawal langsung menahan tangan M agar tidak lebih parah melukai kliennya.

"Dalam situasi seperti itu M terluka di bagian pipi yang terkena kacamata hitam yang selalu dipakai M atas reflek terkena telepon gengamnya sendiri. lalu saat itu M katakan “Bagus nih lihat pipi saya berdarah akan visum dan laporkan, biar café ini tutup dan semua pekerja atau karyawan kalian siap siap jadi pengangguran," jelasnya.

Baca Juga: KPK Jangan Takut Jemput Paksa Lucas Enembe, Negara Jangan Kalah dengan Koruptor

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Soal Berkas Ferdy Sambo cs, Waktu Kejagung Menipis

Selasa, 27 September 2022 | 16:16 WIB

Pemprov DKI Janji Tutup Semua Lokasi Prostitusi

Senin, 26 September 2022 | 11:24 WIB

Drakor di Netflix Siap Tayang, Mana yang Kalian Tunggu?

Senin, 26 September 2022 | 09:10 WIB

BTN Gelar Road Show Tabungan BTN Bisnis di Medan

Minggu, 25 September 2022 | 18:32 WIB
X