Minta Penista Agama Ditindak, Napoleon Bonaparte: Tak Harus Tunggu Napoleon Baru

- Kamis, 15 September 2022 | 18:58 WIB
Napoleon Bonaparte di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.  (ikbal muqorobin)
Napoleon Bonaparte di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (ikbal muqorobin)
HARIANTERBIT.com - Napoleon Bonaparte mengatakan pelecehan agama dapat mengancam persatuan. Karena itu tindak penistaan agama. Karena itu agar tercipta persatuan pelecehan agama harus dicegah dan ditindak. 
 
"Pahamlah bahwa itu cuma hanya merusak persatuan kesatuan umat. Tidak ada yang mau. kalo emang betul kita Pancasilais pengen persatuan berdiri di kehidupan bernegara, tidak ada lagi yang berani melakukan pelecehan begitu," katanya usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, 15 September 2022. 
 
Napoleon mengatakan seharusnya pemerintah mampu mencegah dan menindak pelecehan agama. Sehingga masyarakat tidak melakukan tindakan di luar hukum. 
 
 
"Tidak harus menunggu Napoleon Napoleon baru yang melakukan tindakan-tindakan seperti ini kepada penista agama. Harusnya semua pihak yang bertanggung jawab yang punya tupoksi bertindak, mencegah, jangan cuma ngomong tok," tandas Napoleon. 
 
Sebelumnya majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menyatakan Napoleon Bonaparte bersalah dalam kasus penganiayaan terhadap M. Kece. Napoleon bersalah melanggar pasal 351 ayat1 jo pasal 55 ayat 1 KUHP dan dijatuhi hukuman pidana lima bulan dan 15 hari penjara. ***

Editor: Yuli Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Baiquni Wibowo Dituntut 2 Tahun Penjara

Jumat, 27 Januari 2023 | 16:03 WIB

Agus Nurpatria Dituntut 3 Tahun Penjara

Jumat, 27 Januari 2023 | 15:55 WIB

Kapolres Pukul dan Tendang Anak Buah Hingga Terkapar

Jumat, 27 Januari 2023 | 11:14 WIB

Akhlak Baik

Jumat, 27 Januari 2023 | 06:26 WIB
X