• Sabtu, 1 Oktober 2022

Pelecehan Seksual Putri Candrawathi Klaim Sepihak, Tak Ada Bukti

- Senin, 5 September 2022 | 16:19 WIB
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat rekonstruksi pembunuhan Brigadir J di rumah Duren Tiga, Jakarta Selatan. (ikbal muqorobin)
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat rekonstruksi pembunuhan Brigadir J di rumah Duren Tiga, Jakarta Selatan. (ikbal muqorobin)

HARIANTERBIT.com - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menilai peristiwa pelecehan seksual Putri Candrawathie, istri Ferdy Sambo, tidak memiliki bukti ilmiah. 

Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi mengatakan semestinya Putri Candrawathi langsung membuat laporan polisi jika mendapatkan kekerasan seksual oleh Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat di Magelang pada 7 Juli 2022.
 
Dengan laporan polisi, maka visum dapat dilakukan terhadap Putri Candrawathi yang mengklaim mengalami kekerasan seksual. Visum itulah yang dapat menjadi alat bukti atas peristiwa tersebut.
 
 
"Ya kalau dia laporkan ke polisi, laporkan saja kan polisi datang. Kalau polisi datang kan bisa dilakukan visum et repertum. Kalau benar terjadi pencabulan atau pemerkosaan kan bisa dilapirkan dan dibuat visum sehingga ada bukti yang saintifik," katanya saat dihubungi, Senin, 5 September 2022.  
 
Edwin mengatakan dugaan kekerasan seksual kepada Putri Candrawathi oleh Brugadir saat ini bersifat klaim sepihak. Terlebih Brigdir J telah meninggal dunia..
 
"Kalau sekarang kan tidak ada bukti saintifik atas peristiwa itu. Yang ada hanya klaim sepihak," imbuh Edwin. 
 
 
Sebelumnya Komnas HAM merampungkan laporan penyelidikan kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat. Dalam salah satu kesimpulannya Komnas HAM menemukan dugaan kuat pelecehan seksual terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.
 
Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan peristiwa kekerasan seksual terjadi di Magelang sehari sebelum pembunuhan. Diduga pelecehan dilakukan Brigadir J. 
 
 
"Terdapat dugaan kuat terjadinya peristiwa kekerasan seksual dan dilakukan Brigadir J kepada PC di Magelang tanggal 7 Juli 2022," kata Beka. 
 
Hasil laporan penyelidikan pembunuhan Brigadir J telah diserahkan Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik kepada Irwasum Komjen Agung Budi Maryoto selaku Ketua Tim Khusus Polri. ***
 

Editor: Yuli Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Curi Belasan Motor, Anak Artis Dangdut Ditangkap Polisi

Jumat, 30 September 2022 | 20:05 WIB

Menangis, Putri Candrawathi Titip Anak-anaknya

Jumat, 30 September 2022 | 19:18 WIB

Penegasan Kapolri soal Penahanan Putri Candrawathi

Jumat, 30 September 2022 | 18:17 WIB

Putri Candrawathi Ditahan Polisi, Begini Katanya

Jumat, 30 September 2022 | 17:03 WIB

Akhirnya, Putri Candrawathi Ditahan Polisi

Jumat, 30 September 2022 | 15:22 WIB

Miris! Polisi Ungkap Lesti Kejora 2 Kali Alami KDRT

Jumat, 30 September 2022 | 11:59 WIB

Perkosa Anak 10 Tahun, Pemuda RU Ditahan Polisi

Jumat, 30 September 2022 | 10:43 WIB
X