• Kamis, 29 September 2022

Komisi E Bakal Kembali Panggil Disdik Buntut Pemukulan yang Dialami Siswa

- Rabu, 17 Agustus 2022 | 20:44 WIB
Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta
Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta

HARIANTERBIT.com - Sekolah negeri di Jakarta kembali berulah. Setelah ramai kasus intoleran karena guru menegur siswi SMPN 46 Jakarta Selatan tidak berjilbab, kini oknum guru SMKN 1 Jakarta Pusat nekat memukul siswa Kelas XII berinisial RH (18).

Akibatnya RH mengalami luka lebam pada bagian mata sebelah kanan dan bibir berdarah. Korban telah menjalani visum di RSCM Jakarta Pusat untuk memperkuat laporannya di polisi.

Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Iman Satria kesal mendengar adanya oknum guru yang bersikap arogan. Dia menyebut, bakal memanggil Dinas Pendidikan DKI Jakarta buntut kasus tersebut.

Baca Juga: Kasad : Lestarikan Indonesia yang Bhinneka, Aman, Damai dan Kuat Bersama - sama

"Kalau nanti ini memang betul-betul masalah lagi kan berarti ada masalah yang harus diluruskan. Pasti kami akan klarifikasi dengan memanggil Disdik," kata Iman Satria di Jakarta, Rabu (17/8/2022).

Iman mengaku, baru mendapat informasi dugaan pemukulan ini dari koleganya. Iman menyayangkan, jika kasus itu benar terjadi karena sekolah merupakan tempat pembentukan karakter, di luar ilmu pengetahuan yang diberikan guru.

"Kalaupun ini terjadi, nggak dibenarkan apapun alasannya. Apalagi guru itu adalah sebagai contoh teladan, walaupun misalnya si anak itu nakal," ujar Iman.

"Jadi, nggak model dengan cara-cara kayak gitu lagi memakai kekerasan, makanya nanti kami panggil mau dilihat kenapa guru melakukan hal itu," lanjut Iman dari Fraksi Partai Gerindra ini.

Seperti diketahui, seorang pelajar SMKN 1 Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh guru di sekolah.  Korban berinisial RH (18) adalah siswa kelas XII SMKN 1 Jakarta, alami luka lebam pada bagian mata sebelah kanan, setelah diduga dianiaya oleh guru mata pelajaran olahraga, berinisial HT.

Baca Juga: Raih Swasembada Beras, Komisi IV Harap Indonesia Makin Tangguh Hadapi Krisis Pangan

"Bibirnya juga luka berdarah, Kami juga sudah visum ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM)," ujar Ramdhani orangtua RH.

Ramadhani menyebutkan bahwa anaknya dianiaya pada Jumat (12/8/2022). Guru berinisial HT mendapatkan laporan, bahwa RH melakukan pemalakan terhadap adik kelasnya.

Ramdhani menjelaskan, anaknya dipanggil pada saat belajar untuk ke ruang guru.

"Anak saya bingung setelah ditanya kenapa oleh HT, dan RH pun langsung di tempeleng, di pukul dadanya juga oleh HT," ucap Ramdhani. 

Sementara itu, Kapolsek Sawah Besar AKP Patar Mula Bona menyampaikan, RH ditemani oleh orangtuanya melaporkan penganiayaan yang dialaminya ke Polsek Sawah Besar pada Sabtu (13/8/2022).

"Kami sudah lakukan pemeriksaan terhadap pelapor (RH) dan saksi atau kawan korban," ujar Patar di Jakarta, Selasa (16/8/2022).

Baca Juga: Anggaran Subsidi Rp502 T pada 2023, DPR Minta Pemerintah Awasi Anggaran yang Terus Membengkak

Patar mengatakan, saat ini pihaknya  sedang dalam tahap penyelidikan. “Untuk kronologis, kami masih melakukan pendalaman, kami akan meminta keterangan dari pihak sekolah juga," tutur Patar.

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Ferdy Sambo Siap Blak-blakan di Persidangan

Rabu, 28 September 2022 | 19:13 WIB

STIE Mulia Pratama, Bekasi Gelar Wisuda 260 Sarjana

Rabu, 28 September 2022 | 15:53 WIB

Jokowi Serahkan BSU Peserta BPJAMSOSTEK di Baubau

Rabu, 28 September 2022 | 10:25 WIB

Portugal 0-1 Spanyol: Morata Bawa Spanyol ke Semifinal

Rabu, 28 September 2022 | 08:35 WIB
X