• Kamis, 29 September 2022

HUT ke-77 RI, Syahrul Aidi: Daulat Ekonomi dan Politik Internasional Kita harus Ditegakkan

- Rabu, 17 Agustus 2022 | 18:49 WIB
Anggota DPR RI Fraksi PKS Syahrul Aidi Maazat
Anggota DPR RI Fraksi PKS Syahrul Aidi Maazat

HARIANTERBIT.com - Momentum Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-77 harus dijadikan refleksi agar Banga Indonesia ke depannya harus lebih mandiri dan konsisten dalam memposisikan diri baik di dalam negeri atau dunia internasional.

Hal itu disampaikan oleh anggota DPR RI Fraksi PKS, Dr. Syahrul Aidi Maazat Lc MA saat dihubungi pada Rabu, 17 Agustus 2022, jelang pelaksanaan apel kemerdekaan.

Saat ini, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia diganggu oleh kehadiran Covid-19. Efeknya sangat besar dalam menjaga stabilitas dalam negeri dan peran Indonesia di mata negara lain.

Baca Juga: Ketum Golkar: Proklamasi Kemerdekaan RI Ajarkan Kita Kolaborasi, bukan Polarisasi

"Hingga HUT RI ke-77 ini, pandemi belum juga berakhir. Pemerintah dibuat kesulitan dalam menata pembangunan. Tren negatif kita lalui walau negara lain juga. Maka, saat yang tepat kita jadikan momentum HUT RI ke-77 ini untuk kembali mengevaluasi diri agar kedaulatan negara makin kokoh. Baik di sisi ekonomi dan politik dalam negeri dan di mata internasional," terang Syahrul Aidi.

Menjaga kedaulatan ekonomi penting bagi kita. Sebab stabilitas ekonomi mempengaruhi semuanya. Penunjukan Indonesia sebagai presidensial G20 tahun ini menandakan bahwa kita mampu untuk itu. Tapi semua itu tidak maksimal karena kondisi saat ini memaksa kita untuk mempertahankan fundamental ekonomi.

Baca Juga: Pengamat Apresiasi Visi Misi KIB, Politik Gagasan, Bukan Politik Catwalk

"Rakyat saat ini menunggu kebijakan-kebijakan ekonomi yang melindungi mereka. Makin hari, rakyat makin khawatir dengan kondisi perekonomian kita. Banyak kebijakan yang saat ini membuat rakyat mengurut dada. Pasrah tapi tak rela," katanya khawatir.

Sementara itu, Syahrul Aidi juga menyoroti Indonesia dalam politik internasional. Pemerintah menurutnya belum menunjukkan peran signifikan dalam mewujudkan perdamaian dunia. Kegagalan Presiden Jokowi mendamaikan perang Ukraina-Rusia jadi pertanda bahwa peran kita lemah di kancah internasional.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ferdy Sambo Siap Blak-blakan di Persidangan

Rabu, 28 September 2022 | 19:13 WIB

STIE Mulia Pratama, Bekasi Gelar Wisuda 260 Sarjana

Rabu, 28 September 2022 | 15:53 WIB

Jokowi Serahkan BSU Peserta BPJAMSOSTEK di Baubau

Rabu, 28 September 2022 | 10:25 WIB

Portugal 0-1 Spanyol: Morata Bawa Spanyol ke Semifinal

Rabu, 28 September 2022 | 08:35 WIB
X