• Senin, 26 September 2022

Semua yang di TKP Pembunuhan Brigadir J Jadi tersangka, Hanya Satu yang Bukan

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 07:33 WIB
Rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Di rumah ini Brigadir J tewas akibat penembakan.  (ikbal muqorobin)
Rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Di rumah ini Brigadir J tewas akibat penembakan. (ikbal muqorobin)

HARIANTERBIT.com - Terdapat lima orang yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) saat peristiwa pembunuhan terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Saat penembakan kepada Brigadir J terdapat Ferdy Sambo, Bharada Richar Eliezer, Bripka Ricky Rizal dan KM. Empat orang tersebut telah dinyatakan sebagai tersangka.

Masih ada satu orang lainnya yang ada di rumah yang mrnjadi tempat kejadian lerkara (TKP). Ia adalah istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. 

 
Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengungkap orang-orang yang berada di TKP saat kejadian. Sidik jari dan DNA orang-orang tersebut dicari saat olah TKP dilakukan.
 
"Saat kita laksanakan olah TKP kita juga berusaha cari sidik jari dan DNA di seluruh lokasi yang kemungkinan menjadi aktivitas orang-orang yang ditemukan pada saat pertama kali ada kejadian. Yaitu ada lima orang ada Ibu Putri, ada Pak Sambo ada Kuat, ada Ricky, dan Richard serta korban Yosua," katanya saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 9 Agustus 2022. 
 
Diketahui Bareskrim menetapkan empat orang tersangka salam kasus kematian Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
 
 
Keempat tersangka tersebut adalah Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, KM dan Irjen Ferdy Sambo
 
Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto pun membeberkan peran masing-masing tersangka dalam penembakan terhadap Brigadir J.
 
Bharada E memiliki peran penembak Brigadir J. Tersangka Ricky dan KM disebut turut membantu dalam peristiwa tersebut. Sedangkan Ferdy Sambo disebut orang yang memerintahkan Bharada E menembak. 
 
 
"Bharada RE telah melakukan penembakan terhadap korban. Tersangka RR turut membantu dan menyaksikan penembakan korban. KM, turut membantu dan menyaksikan penembakan terhadap korban. Irjen Pol FS menyuruh melakukan," jelas dia. 
 
Selain memerintahkan penembakan Ferdy Sambo juga membuat skenario untuk mengaburkan kejadian yang sesungguhnya. 
 
"Dan menskenario peristiwa seolah-olah terjadi peristiwa tembak menembak di rumah dinas Irjen Pol Ferdy Sambo di Komplek Polri Duren Tiga," terang Agus.
 
 
Ferdy Sambo dijerat Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 Jo Pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati. Persangkaan pasal tersebut juga diterapkan kepada tiga tersangka lain.
 
"Berdasarkan hasil periksaan keempat tersangka menurut perannya masing-masing penyidik menerapkan pasal 340 subsider pasal 338 Jo pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara selama-lamamya 20 tahun," beber Agus. ***

Editor: Yuli Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemprov DKI Janji Tutup Semua Lokasi Prostitusi

Senin, 26 September 2022 | 11:24 WIB

Drakor di Netflix Siap Tayang, Mana yang Kalian Tunggu?

Senin, 26 September 2022 | 09:10 WIB

BTN Gelar Road Show Tabungan BTN Bisnis di Medan

Minggu, 25 September 2022 | 18:32 WIB

Sahabat Polisi Indonesia Peduli Pendidikan

Minggu, 25 September 2022 | 10:55 WIB

PPP Harus Jas Merah Terhadap Suharso Monoarfa

Sabtu, 24 September 2022 | 08:48 WIB
X