• Kamis, 18 Agustus 2022

Halangi Penyelidikan Tewasnya Brigadir J, Polisi Bisa Jadi Tersangka

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 09:30 WIB
Rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Di rumah ini Brigadir J disebut polisi tewas usai baku tembak dengan Bharada E.  (ikbal muqorobin)
Rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Di rumah ini Brigadir J disebut polisi tewas usai baku tembak dengan Bharada E. (ikbal muqorobin)

HARIANTERBIT.com - Inspektorat Khusus (Irsus) tengah memeriksa 25 personel polisi yang diduga melakukan pelanggaran kode etik dalam penanganan tewasnya Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat alaias Brigadir J
 
Jika ditemukan bukti tindak pidana menghambat dan menghalangi penyidikan kasus kematian Brigadir J, maka status tersangka bakal disematkan. 
 
Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengatakan 25 personel polisi akan diperiksa Irsus yang dipimpin Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto dalam pemeriksaan kode etik kasus polisi tembak polisi di rumah Irjen Ferdy Sambo tersebut.
 
 
Hasil pemeriksaan tersebut akan digunakan dasar dalam membuat kesimpulan apakah ada temuan unsur pidana yang dilakukan.
 
"Rekomendasi daripada bapak Irwasum nanti akan jadikan dasar apakah perlu kita lakukan peningkatan status mereka menjadi bagian daripada para pelaku," ujarnya di Mabes Polri, Kamis 4 Agustus 2022 malam.
 
Diketahui polisi menerapkan sangkaan pasal 338 KUHP Junto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP kepada Bharada Richard Eliezer alias Bharada E
 
 
Dijelaskan Agus dalam Pasal 55 dan Pasal 56 inilah diatur perihal turut serta dalam tindak pidana. Sehingga Tim Khusus bisa menyeret polisi yang terbukti menghalangi dan menghambat penyelidikan serta menghilangkan barang bukti menjadi tersangka. 
 
"Di dalam Pasal 55 dan 56 adalah ada yang melakukan, menyuruh melakukan perbuatan pidana ataupun karena kuasanya ia memberikan perintah untuk melakukan kejahatan termasuk memberi kesempatan dan bantuan sehingga kejahatan itu bisa terjadi," jelas Agus.
 
 
Diketahui Irsus melakukan pemeriksaan kode etik kepada 25 personel polisi. Hal ininterkait dengan dugaan sikap tidak profesional yang ditunjukkan dalam penanganan kasus Brigadir J.
 
Dari 25 personel polisi yang menjalani pemeriksaan tiga diantaranya perwira tinggi berpangkat bintang satu. Kemudian terdapat empat perwira polisi yang ditempatkan dibtempat khusus selama 30 hari.***

Editor: Yuli Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

LPSK Jaga Bharada E dari Ancaman Racun

Rabu, 17 Agustus 2022 | 07:11 WIB

Dirgahayu RI

Selasa, 16 Agustus 2022 | 23:55 WIB

Di Magelang, Brigadir J Setrika Baju Istri Ferdy Sambo

Selasa, 16 Agustus 2022 | 16:24 WIB
X