• Rabu, 28 September 2022

Diutus Megawati, Basarah Temui Tuan Guru Turmudzi Lombok Bahas Kepemimpinan Nasional

- Jumat, 29 Juli 2022 | 22:09 WIB
Wakil Ketua MPR yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah bertemu Tuan Guru Turmudzi Badarudin di Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu, Pringgarata, Lombok Tengah, Kamis, 28 Juli 2022.
Wakil Ketua MPR yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah bertemu Tuan Guru Turmudzi Badarudin di Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu, Pringgarata, Lombok Tengah, Kamis, 28 Juli 2022.

HARIANTERBIT.com – Wakil Ketua MPR yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah mendapatkan kesempatan bertemu dan belajar langsung kepada ulama kharismatik Tuan Guru Turmudzi Badarudin di Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu, Pringgarata, Lombok Tengah, Kamis, 28 Juli 2022.

Pertemuan tersebut dimanfaatkan Ahmad Basarah untuk membicarakan isu-isu kebangsaan dan Islam, mulai dari topik Pancasila sampai kepemimpinan masa depan Indonesia.

KomodoBaca Juga: Awas, Upaya Provokasi dan Menakuti Masyarakat Labuan Bajo Terkait Tiket Masuk TN Komodo

‘’Saya ditugaskan dan diutus Ibu Megawati Soekarnoputri untuk bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu karena pesantren ini memiliki sejarah besar dalam moderasi Islam dan demokrasi Indonesia. Di tempat inilah dulu pernah digelar Musyawarah Nasional Alim Ulama Nahdlatul Ulama di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 17-20 November 1997. Salah satu rekomendasi Munas ini adalah tentang kedudukan perempuan dalam Islam,’’ jelas Ahmad Basarah tentang kunjungannya ke pesantren tersebut, Jumat, 29 Juli 2022.

Baca Juga: Airlangga Temui Partai Penguasa Jepang, Golkar dan LDP Sepakati Pertukaran Pemuda

Dalam pertemuan itu, Tuan Guru Turmudzi Badarudin yang mengenakan sorban, peci, dan baju serba putih menjelaskan kembali peran pondok pesantren yang dipimpinnya dalam menyelenggarakan Munas yang sangat monumental itu. ‘’Munas alim ulama itu seperti mengakhiri debat panjang tentang kepemimpinan perempuan dalam Islam. Munas itu mengafirmasi keseteraan antara laki-laki dan perempuan dalam Islam, juga mengakui kelebihan-kelebihan tertentu pada diri perempuan saat menjadi pemimpin,’’ jelas ulama kharismatik berusia 87 tahun itu.

Baca Juga: Menko Airlangga: RI dan China Tingkatkan Ketahanan Ekonomi lewat optimalisasi RCEP

Tuan Guru Turmudzi yang pernah melanjutkan pendidikan agamanya di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, selama enam tahun, adalah salah satu alim ulama yang paling mendukung keputusan Munas tersebut. ‘’Saya datang ke Lombok ini juga ingin menggali lebih jauh lagi tentang fatwa dibolehkannya perempuan menjadi presiden di negeri kita,’’ jelas Ahmad Basarah, yang juga Dosen Universitas Islam Malang itu.

Dalam pertemuan yang dihadiri Sekretaris Umum PP Bamusi Nasyirul Falah Amru itu, Tuan Guru Turmudzi memberikan poin-poin penting tentang bagaimana relasi agama dan negara, terutama bagaimana peranan dan kedudukan kepemimpinan perempuan menurut sudut pandang Islam.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Terkini

Ferdy Sambo Siap Blak-blakan di Persidangan

Rabu, 28 September 2022 | 19:13 WIB

STIE Mulia Pratama, Bekasi Gelar Wisuda 260 Sarjana

Rabu, 28 September 2022 | 15:53 WIB

Jokowi Serahkan BSU Peserta BPJAMSOSTEK di Baubau

Rabu, 28 September 2022 | 10:25 WIB

Portugal 0-1 Spanyol: Morata Bawa Spanyol ke Semifinal

Rabu, 28 September 2022 | 08:35 WIB
X