• Rabu, 28 September 2022

Duduki Paksa Rumah Purnawirawan Lantaran Utang Piutang, 10 Preman Diamankan Polisi

- Selasa, 12 Juli 2022 | 18:06 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan. (ikbal muqorobin )
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan. (ikbal muqorobin )

HARIANTERBIT.com - Polda Metro Jaya menangkap 10 preman yang menduduki rumah milik Irjen Pol Purnawirawan Bambang Daroenorijo, kawasan Kebagusan, Jakarta Selatan. Kasusnya kini ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya.

"Resmob kita telah mengamankan 10 orang," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan, Selasa, 12 Juli 2022.

Zulpan menjelaskan, penangkapan tersebut bermula dari adanya pinjam meminjam uang. Rumah itu dijadikan jaminan. Namun setelah pemilik rumah (purnawirawan polri) meninggal, si pemberi pinjaman meminta uangnya kembali kepada pihak keluarga.

Baca Juga: Menko Airlangga: UU Cipta Kerja Beri Kemudahan Pendiri Koperasi

Karena uang pinjaman tersebut tidak dikembalikan, pemberi pinjaman kemudian menduduki rumah purnawirawan Polri itu.

Pemberi pinjaman menduduki rumah purnawirawan, dengan cara memaksa keluar orang yang ada di rumah tersebut.

"Kita akan menangani dari kasus ini, baik itu premanisme. Mengusir paksa dari suatu rumah itu tidak dibenarkan," jelasnya.

Baca Juga: Silaturahmi ke Ponpes Tremas, Pacitan, AHY Disambut Hangat Sebagai Keluarga Besar

Kanit 5 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Dimitri Mahendra berujar, penangkapan tersebut bermula dari adanya laporan dari cucu Bambang bernama Trisanti Rosdajani pada 9 Juli 2022. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP / B / 3474 / VII / 2022 / SPKT /Polda Metro Jaya.

Dalam laporannya Dimitri mengatakan, para preman tersebut diduga memaksa korban untuk meninggalkan rumah dan mengambil alihnya sejak 24 Juni 2022.

"Saudari Trisanti Rosdajani melapor kepada petugas dikarenakan adanya pendudukan rumah keluarga (oleh diduga preman) sejak 24 Juni 202, yang berkaitan dengan utang piutang," tutur Dimitri dalam keterangan tertulis.

Baca Juga: Menko Airlangga: Penyediaan Minyak Nabati Global Harus Holistik dan Nondiskriminatif

Menurut Dimitri, kasus tersebut bermula ketika ayah korban, yakni AKBP Purnawirawan Tetra Darmawiaran mengajak Bambang meminjam uang sebesar Rp6,5 miliar pada September 2019.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Soal Berkas Ferdy Sambo cs, Waktu Kejagung Menipis

Selasa, 27 September 2022 | 16:16 WIB

Pemprov DKI Janji Tutup Semua Lokasi Prostitusi

Senin, 26 September 2022 | 11:24 WIB

Drakor di Netflix Siap Tayang, Mana yang Kalian Tunggu?

Senin, 26 September 2022 | 09:10 WIB

BTN Gelar Road Show Tabungan BTN Bisnis di Medan

Minggu, 25 September 2022 | 18:32 WIB
X