• Rabu, 17 Agustus 2022

Greenpeace: Sampah Plastik Pencemar Terbesar di Pulau Tidung

- Sabtu, 2 Juli 2022 | 07:25 WIB
Ilustrasi sampah plastik yang sudah mengotori Kutub Utara.(Foto: ichef.bbci.co.uk)
Ilustrasi sampah plastik yang sudah mengotori Kutub Utara.(Foto: ichef.bbci.co.uk)

HARIANTERBIT.com - Hasil brand audit Greenpeace Indonesia Juni 2022 mengungkap tiga merek pencemar terbesar di Pulau Tidung. Melihat kenyataan ini, Greenpeace meminta agar produsen ikut bertanggung jawab dengan polusi plastik dengan mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai untuk produknya.  

“Dominasi sampah plastik yang berakhir di lingkungan kita tidak terelakkan lagi. Kami sudah mengambil, memilah, dan menghitung jumlah sampah dari berbagai merek yang kami temukan di Pulau Tidung pada awal bulan Juni 2022,” ujar Greenpeace melalui akun Instagramnya, Sabtu, 2 Juni 2022.

Greenpeace menyebutkan pencegahan sampah plastik ini tidak hanya tanggung jawab konsumen yang membuang sampah di pinggir pantai saja, tapi sudah saatnya produsen juga bertanggung jawab dengan polusi plastik dengan mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai untuk produknya.

Baca Juga: Jadwal Formula E 2023, di Jakarta Akan Digelar Dua Kali Balapan

Adapun tiga pencemar teratas di Pulau Tidung dari temuan Greenpeace itu di antaranya bungkus mie instan, bungkus rokok, dan bungkus biscuit. Sedang tipe sampah tidak bermerek yang paling banyak ditemukan di Pulau Tidung adalah puntung rokok, sedotan plastik, dan kantong plastik/kresek.

Dalam rangka memperingati Hari Isi Ulang Sedunia yang jatuh pada 16 Juni 2022 lalu, Greenpeace juga mengajak masyarakat untuk mengawali kehidupan berkelanjutan yang dimulai dari pemakaian wadah atau kemasan guna ulang dan isi ulang dalam kehidupan sehari-hari. 

Selain itu, organisasi lingkungan ini juga mengajak masayarakat untuk turut meminta produsen agar segera beralih ke produk refil dan reuse serta membuka peta jalan pengurangan sampah mereka ke publik.

“Kami akan terus mengkampanyekan pemakaian guna ulang ini melalui sosial media,” ujar Juru Kampanye Urban Greenpeace Indonesia, Muharram Atha Rasyadi. 

Dia mengatakan kampanye Greenpeace saat ini juga lebih mendorong ke arah produsen dengan mengajak masyarakat ikut meminta mereka agar beralih ke produk-produk refil dan mengurangi produk sekali pakai.

”Ada beberapa yang sedang kami rencananya ke depan. Ini masih in progress dan mungkin baru akan dilaksanakan dalam beberapa bulan ke depan,” katanya.   

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

LPSK Jaga Bharada E dari Ancaman Racun

Rabu, 17 Agustus 2022 | 07:11 WIB

Dirgahayu RI

Selasa, 16 Agustus 2022 | 23:55 WIB

Di Magelang, Brigadir J Setrika Baju Istri Ferdy Sambo

Selasa, 16 Agustus 2022 | 16:24 WIB

Dirut Meratus Line Jadi Tersangka Penyekapan Karyawan

Selasa, 16 Agustus 2022 | 11:44 WIB
X