• Rabu, 17 Agustus 2022

DKI Upayakan Seluruh Sapi Kurban yang Masuk Ibu Kota Melalui Proses Karantina

- Jumat, 1 Juli 2022 | 22:09 WIB
Ilustrasi: Sapi Impor
Ilustrasi: Sapi Impor

HARIANTERBIT.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza), mengatakan, pemprov terus mengupayakan seluruh sapi kurban yang masuk ibu kota sudah melalui proses karantina. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi kurban.

"Jadi memang kami sudah mengupayakan berbagai cara dan memastikan semua sapi-sapu yang masuk Jakarta harus dikarantina dan melalui proses sebagainya agar tidak terjangkit PMK," ucapnya di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (1/7/2022).

Walau demikian, Ariza mengakui pihaknya bisa saja kecolongan satu atau dua sapi kurban terpapar PMK yang masuk Jakarta.

Baca Juga: Komisi A Apresiasi Anies Bangun Kembali Kampung Eks Pasar Gembrong

Oleh karena itu, pemeriksaan dan pengawasan terhadap hewan kurban yang ada di ibu kota akan dilakukan Pemprov DKI atau dalam hal ini Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP).

"Kami siapkan vaksin manti kalau memang ditemukan ada satu dua yang terkena atau tertular PMK. Nanti akan kami tangani," ujarnya.

Sebelumnya, Satpel Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur mendapati hewan kurban terindikasi penyakit mulut dan kuku (PMK).

Penyuluh Peternakan Satpel KPKP Kecamatan Pasar Rebo, Suneb Sacapraja mengatakan indikasi PMK pada sapi ditemukan di satu tempat penjualan Jalan Raya Condet, Kelurahan Gedong.

"Di sini jumlah sapi sekitar 52, menurut pengamatan dari teman di Sudin KPKP ada sekitar 12 yang terindikasi PMK," kata Suneb di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (27/6/2022) lalu.

Lantaran terindikasi PMK, 12 ekor sapi tersebut kini sudah dipisahkan dengan hewan lainnya guna mencegah penularan pada seluruh hewan kurban di tempat penjualan.

Belum diketahui pasti asal penularan PMK pada tempat penjualan hewan kurban tersebut, namun penanganan medis awal terhadap 12 ekor sapi tersebut sudah dilakukan.

"Artinya nanti kita monitoring secara intensif, mudah-mudahan bukan itu (PMK). Makannya pedagang itu harus memiliki kandang karantina. begitu terindikasi dipisahkan," ujarnya.

Suneb menuturkan secara kasatmata hewan yang terindikasi PMK liur berlebih, teracak (belahan) kaki luka dan dirubung lalat terus menerus, bagian dalam mulut terdapat bintik-bintik merah. 

Kemudian bagian sekitar mulut merah, mulut melepuh, kemudian sapi lemas dan sulit berdiri karena luka pada bagian teracak membuat sapi kesakitan, serta nafsu makan berkurang.

Namun dia mengimbau warga tidak terlampau khawatir karena PMK tidak menular ke manusia, hanya menular ke hewan berkuku belah seperti sapi, kambing, domba, kerbau.

"Untuk hasil pemantauan hari ini ada juga kambing yang sakit, tapi bukan PMK. Itu penyakit orf, kalau di kambing memang sering. Terutama menjelang musim penghujan," tuturnya.

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

LPSK Jaga Bharada E dari Ancaman Racun

Rabu, 17 Agustus 2022 | 07:11 WIB

Dirgahayu RI

Selasa, 16 Agustus 2022 | 23:55 WIB

Di Magelang, Brigadir J Setrika Baju Istri Ferdy Sambo

Selasa, 16 Agustus 2022 | 16:24 WIB

Dirut Meratus Line Jadi Tersangka Penyekapan Karyawan

Selasa, 16 Agustus 2022 | 11:44 WIB
X