• Kamis, 11 Agustus 2022

Ratusan Masyarakat Pakuhaji Desak Pra Peradilan Jimmy Lie Ditolak

- Selasa, 28 Juni 2022 | 10:50 WIB
Masyarakat Pakuhaji berunjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Tangerang (PN Tangerang) Kelas IA Khusus pada Senin, 27 Juni 2022.
Masyarakat Pakuhaji berunjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Tangerang (PN Tangerang) Kelas IA Khusus pada Senin, 27 Juni 2022.

HARIANTERBIT.com - Ratusan masyarakat Desa Laksana, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten berunjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Tangerang (PN Tangerang) Kelas IA Khusus pada Senin, 27 Juni 2022.

Mereka menggunakan mobil komando dan peraga unjuk rasa berupa poster yang diantaranya berisi kalimat 'Kami Masyarakat Pakuhaji Minta Agar Jimmy Lie Dihukum Seberat-beratnya', 'Jimmy Lie Harus Patuhi Hukum'. Aksi demo mendapat pengawalan ketat dari pihak Kepolisian.

Iwan selaku koordinator aksi mengatakan, aksi masyarakat Pakuhaji mendesak Pengadilan Negeri Tangerang untuk menolak gugatan pra peradilan Jimmy Lie.

Baca Juga: KIB Tidak Akan Calonkan Ganjar, Prabowo dan Cak Imin Jadi Capres 2024

“Kami meminta kepada penegak hukum baik jaksa dan hakim segera memproses hukum dan berikan hukuman seberat-beratnya kepada Jimmy lie yang sudah melakukan upaya pemalsuan surat administrasi berharga bagi masyarakat kami,” kata Iwan usai orasi.

Menurutnya, Jimmy Lie layak dihukum karena tindakannya merugikan masyarakat khususnya warga Desa Laksana. Ia juga berharap agar tidak ada lagi Jimmy Lie Jimmy Lie lain dikemudian hari.

“Takutnya jika Jimmy Lie dibebaskan akan timbul Jimmy Lie - Jimmy Lie lain nanti, dengan efek jera maka tidak akan ada lagi Jimmy yang lain di Pakuhaji. Kami akan terus mengawal kasus ini, agar tidak ada lagi kasus yang sama di wilayah Pakuhaji,” tegasnya.

Baca Juga: AHY Unggul Survei Online Rakyat Merdeka Bukti Tren Dukungan Terus Naik

Lebih dari itu, Iwan dikutip Antara berharap agar kasus hukum Jimmy Lie segera diproses dan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri. Aapalagi sebagai pengusaha di wilayahnya, Jimmy Lie juga tidak memberikan kontribusi untuk masyarakat Pakuhaji.

“Sebagai seorang pengusaha biasa saja mencari keuntungan dari sejumlah bidang tanah yang mungkin dilakukan dengan cara yang tidak baik dan baik. Yang jelas saat ini ketahuannya jelas melanggar Pasal 263 ayat 2 atau Pasal 266 ayat 2,” ungkap Iwan.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemeriksaan Ferdy Sambo di Komnas HAM Hari ini Batal

Kamis, 11 Agustus 2022 | 13:46 WIB

Istri Irjen Ferdy Sambo Butuh Pengobatan Psikiater

Rabu, 10 Agustus 2022 | 20:14 WIB

8 Ide Kencan Seru Ala Drama dan Variety Show Korea

Rabu, 10 Agustus 2022 | 16:12 WIB
X