• Selasa, 29 November 2022

PDIP Tolak Koalisi dengan Demokrat, ISDS: SBY dan Megawati Belum Akur

- Jumat, 24 Juni 2022 | 13:24 WIB
Ketua Umum Megawati Soekarnoputri memberi sambutan di Rakernas II PDIP.  (ikbal muqorobin)
Ketua Umum Megawati Soekarnoputri memberi sambutan di Rakernas II PDIP. (ikbal muqorobin)

HARIANTERBIT.com - PDI Perjuangan menegaskan sulit untuk menjalin kerja sama atau koalisi dengan PKS dan Partai Demokrat dalam menghadapi Pemilu 2024. Dia menilai kedua partai tersebut memiliki karakteristik pendukung dan prinsip politik yang berbeda dengan PDIP.

Menanggapi hal ini, peneliti senior Institute for Strategic and Development (ISDS), Aminudin mengatakan, penolakan PDIP menolak kerjasama dengan PKS karena terkait masalah agama.

Sedangkan dengan Demokrat terkait dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hubungan Megawati dengan SBY masih belum membaik. Apalagi faktor kekalahan Megawati Soekarnoputri ketika melawan SBY di Pilpres 2004 yang menimbulkan luka mendalam pada Megawati.

"Secara personal, Megawati tak masalah dengan PKS. Bahkan kehadiran Cak Nun Emha Ainun Najib bersama Puan Maharani menjelang peresmian Masjid Attaufiq yang dibangun Megawati menunjukkan political will Megawati untuk lebih mendekat ke komunitas muslim," ujar Aminudin kepada Harian Terbit, Kamis (23/6/2022).

Baca Juga: Nasdem, PKS, Demokrat Selangkah Lagi Berkoalisi

Menurutnya, PDIP sulit kerjasama dengan PKS juga beralasan jika PKS minta capres yang diusungnya maka dipastikan PDIPi menolak. Karena Puan Maharani jadi capres adalah harga mati bagi Megawati," jelasnya.

Figur Layak

Sementara itu, pengamat politik Rusmin Effendy menambahkan, PDIP menolak kerjasama dengan PKS dan Demokrat, karena PDIP tidak mempunyai figur yang layak untuk dimajukan sebagai capres di Pilpres 2024. Apalagi poros koalisi yang dibangun Golkar, PAN dan PPP, tidak memiliki kandidat capres yang handal dan memiliki nilai jual.Begitu juga kandidat capres dari parpol seperti Demokrat, PKB, termasuk PDIP.

"Yang ada hanya stok lama capres Gerinda yang tidak layak jual untuk Pilpres 2024 mendatang," paparnya.

Rusmin menegaskan, jika mau jujur maka partai besar seperti PDIP juga tidak mempunyai figur yang layak jual, baik Puan Maharani maupun Ganjar Pranowo. Apalagi jika dipasangkan dengan figur manapun dan siapapun tokohnya. Begitu pula koalisi Golkar, PAN dan PPP juga tidak punya figur capres, termasuk Demokrat.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Pemprov DKI Tetapkan UMP DKI 2023 Rp4.901.798

Senin, 28 November 2022 | 19:32 WIB

Bocah Hanyut di KBT Ditemukan Meninggal

Senin, 28 November 2022 | 12:05 WIB

Kompolnas Soroti Tewasnya Mahasiswa UI

Minggu, 27 November 2022 | 23:51 WIB

Pasar Jaya Kirim Bantuan Untuk Korban Gempa Cianjur

Minggu, 27 November 2022 | 15:51 WIB
X