• Rabu, 10 Agustus 2022

Legal Standingnya tidak Jelas, Elza Syarief Beberkan Kisruh Hukum Perhimpunan Alumni Jerman

- Minggu, 19 Juni 2022 | 17:28 WIB
Elza Syarief (kiri), kuasa hukum Perhimpunan Alumni Jerman (PAJ) pimpinan legal, Ing. Ir. Vidi Galenso Syarief
Elza Syarief (kiri), kuasa hukum Perhimpunan Alumni Jerman (PAJ) pimpinan legal, Ing. Ir. Vidi Galenso Syarief

HARIANTERBIT.com - Gugatan yang dilayangkan Adsuri Yasahardja terhadap menteri hukum dan Hak Asasi Manusia (menkumham) dengan pihak terkait Perhimpunan Alumni Jerman (PAJ) pimpinan legal, Ing. Ir. Vidi Galenso Syarief VDI, S. H., M. H., CMLC di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta bergulir.

Kuasa hukum PAJ pimpinan Vidi, Elza Syarief mengatakan, sebenarnya gugatan ini tidak sah. "Dan, tidak dilanjutkan perkara ini," ujar Elza, kepada wartawan, di kantornya, Elza Syarief Law Office, Jakarta, Sabtu, 18 Juni 2022.

Sidang ke-5 dengan agenda pemeriksaan persiapan dalam rangka perbaikan gugatan dan surat kuasa itu sendiri digelar Kamis siang, 16 Juni 2022, di PTUN Jakarta, Jl. A. Sentra Primer Baru Timur, Pulo Gebang, Jakarta Timur. Sebagai penggugat adalah Adsuri Yasahardja mewakili 25 rekannya yang mengaku sebagai anggota Perhimpunan Alumni Jerman (PAJ).

Baca Juga: Airlangga: IKN Harus Jadi Tempat untuk Upacara Kemerdekaan 2024

Sedangkan pihak tergugatnya adalah menteri hukum dan Hak Asasi Manusia (menkumham). Lalu, pihak ke-3 atau terkait adalah Perhimpunan Alumni Jerman (PAJ) dengan ketua umum legal periode 2020-2023, Vidi Galenso Syarief.

PAJ yang legal pimpinan Vidi Galenso Syarief ini diundang menjadi pihak terkait karena yang dirugikan. Dan, PAJ pimpinan Vidi melakukan intervensi yang memihak pada tergugat (menkumham) atau disebut "intervensi vrijwaring".

Dalam perkara ini, penggugat Adsuri menggugat pihak tergugat menkumham agar membatalkan Surat Keputusan (SK) yang mengesahkan PAJ pimpinan Vidi Galenso Syarief hasil kongres di Pulomas, Jakarta Timur yang digelar Desember 2020. Sayangnya, legal standing penggugat tidak jelas seperti yang diungkapkan Elza Syarief.

Baca Juga: Deklarasikan KIB di Kalimantan, Airlangga: Sukseskan Pembangunan IKN Nusantara

"Mengapa gugatan itu tidak sah? Pertama, legal standingnya penggugat tidak jelas. Kalau harus memberikan legal standing, harus jelas, siapa dia. Misalnya, apakah PAJ palsu (ilegal) yang selama ini dipimpin Jenny Widjaja," ucap dia.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ferdy Sambo Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J

Selasa, 9 Agustus 2022 | 19:13 WIB

LPSK Datangi Bareskrim: Mau Berkoordinasi

Selasa, 9 Agustus 2022 | 12:58 WIB

Ash dan Aish Episode 1: Aish Kabur dari Rumah!

Selasa, 9 Agustus 2022 | 12:31 WIB

Lakukan Perzinahan, MH Masuk DPO

Selasa, 9 Agustus 2022 | 12:03 WIB
X