Riza Heran Ada RM Padang dengan Menu Daging Babi, Andre: Banyak Masyarakat Minang yang Protes

- Senin, 13 Juni 2022 | 11:36 WIB
Wagub DKI Jakarta  Ahmad Riza Patria.  (instagram arizapatria)  (instagram arizapatria)
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (instagram arizapatria) (instagram arizapatria)

HARIANTERBIT.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku heran dengan adanya rumah makan atau usaha makanan Minang dengan menu daging babi, mengingat biasanya restoran dengan bumbu khas itu dikenal dengan menu makanannya yang halal.

"Sejauh yang kita tahu dan kita makan, di restoran Padang selama ini menunya yang halal. Jadi kalau yang gak halal itu ya keterbatasan kita, kita gak tahu kok ada yang gak halal," kata Riza di Balai Kota Jakarta.

Dia mengingatkan pengusaha makanan Padang yang menyediakan menu daging babi terkait perasaan berbagai pihak.

Baca Juga: Jokowi 3 Periode Kembali Diwacanakan, Politisi PDIP Minta Mahasiswa Turun Aksi

Meski demikian, mantan anggota DPR itu tidak melarang adanya kreativitas yang datang dari masyarakat termasuk daging babi yang dimasak dengan bumbu khas Minang.

"Kalau mau ada kreativitas itu boleh tapi jangan sampai melukai yang lain, nanti dikhawatirkan kalau di restoran Padang itu orang makan, enggak taunya haram," katanya.

Keresahan

Sebelumnya, munculnya usaha kuliner khas Minangkabau yang menjual menu rendang babi ramai di media sosial (medsos). Usaha kuliner itu disebut berlokasi di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Sementara itu, dua anggota DPR RI asal Sumatera Barat Andre Rosiade dan Guspardi Gaus mengkritik usaha kuliner khas Minang yang menjual menu rendang berbahan daging babi.

Andre mengungkapkan bahwa usaha kuliner itu telah menimbulkan keresahan di masyarakat Minang karena menjual makanan yang diolah dari daging babi.

Ia menyampaikan, banyak masyarakat Minang yang protes dengan rendang babi. Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) itu mengimbau usaha kuliner tersebut menghilangkan unsur Minang dan tak lagi menjual rendang babi.

DPP IKM mendapatkan aduan dari masyarakat. "Untuk itu kami mengimbau pengusaha restoran ini untuk mengubah nama restorannya, jangan berhubungan dengan unsur Minang," kata Andre.

Dia mengingatkan, menjual rendang babi tidak sesuai dengan nilai-nilai Minangkabau yang memiliki falsafah adat "basandi syarak, syarak basandi kitabullah" yang identik dengan nilai Islam.

Menurut Waketum Gerindra itu, rendang merupakan makanan khas Minang sehingga tidak bisa dipisahkan dari falsafah tersebut.

"Sedangkan yang bersangkutan menjual nilai babi, tentu tidak identik dengan nilai nilai Minangkabau," katanya dilansir Antara.

Dia mengimbau kepada pengusahanya untuk mengganti nama restorannya dan jangan menjual rendang babi. "Rendang itu makanan khas Minang. Untuk itu kami mengimbau, tidak usah memproduksi rendang babi," ujar Andre. Harian Terbit/Sammy

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Baiquni Wibowo Dituntut 2 Tahun Penjara

Jumat, 27 Januari 2023 | 16:03 WIB

Agus Nurpatria Dituntut 3 Tahun Penjara

Jumat, 27 Januari 2023 | 15:55 WIB

Kapolres Pukul dan Tendang Anak Buah Hingga Terkapar

Jumat, 27 Januari 2023 | 11:14 WIB

Akhlak Baik

Jumat, 27 Januari 2023 | 06:26 WIB
X