• Sabtu, 10 Desember 2022

Angka Gizi Buruk di Jakpus Tinggi, Rekan Indonesia Bantah Tidak Benar

- Jumat, 10 Juni 2022 | 14:36 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi


Jakarta, HanTer - Sejauh ini puluhan balita di Kelurahan Kartini, Sawah Besar, Jakarta Pusat, mengalami stunting. Balita yang mengalami stunting tersebut tersebar pada sejumlah rukun warga (RW) di Kelurahan Kartini yakni RW 01, 02, 04, 05, 07 dan 09.

"Tadinya ada 36 balita, saat ini sudah menjadi 26 balita," kata Lurah Kartini, Ati Mediana yang dikutip, Jumat (10/6/2022).

Ati menekankan bahwa stunting bukan gizi buruk. Karena gizi buruk dan stunting itu berbeda.

Merespons hal ini, Ketua Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia Jakarta Pusat, Nandang Kosasih menjelaskan, stunting adalah kondisi dimana pertumbuhan tinggi badan tidak sesuai dengan umur saat ini.

Baca Juga: Gelar Lomba Stand Up Comedy, Polda Metro Jaya Gandeng Komika dan Komeng Cs

"Kondisi ini dipicu dengan kurangnya nutrisi saat hamil, bayi, dan saat masih kanak," kata aktivis yang akrab disapa Gopes ini dalam keterangannya, Jumat.

Sementara gizi buruk, menurut Gopes, merupakan jenis kondisi dimana kekurangan baik dari segi protein, kalori, serta vitamin dan mineral.

Meski demikian, lanjut Gopes, gizi buruk merupakan salah satu penyebab timbulnya stunting. Namun penanganan dan pengaruh pada perkembangan balita yang menderita gizi buruk dan stunting berbeda.

Gopes mengatakan, stunting terjadi sebagai efek jangka panjang dari kurangnya nutrisi. Sedangkan gizi buruk merupakan efek jangka pendek yang menimbulkan keluhan hingga adanya perut yang membuncit.

Baca Juga: Serunya Eza Gionino & Ririn Dwi Ariyanti Kompak Main di Cinta Setelah Cinta

Halaman:

Editor: Romi Terbit

Tags

Terkini

Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak 11 Tahun

Jumat, 9 Desember 2022 | 10:55 WIB

Erupsi Gunung Semeru Masih Terus Berlangsung

Kamis, 8 Desember 2022 | 12:15 WIB
X