• Rabu, 7 Desember 2022

Dinilai Ilegal, Mayoritas Pemegang Saham Menolak RUPSLB RSIA Family

- Rabu, 8 Juni 2022 | 18:45 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta, HanTer b- Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT. Pluit Mas Sejahtera Bahagia Rumah Sakit Ibu dan Anak Family (PT. PMBS) yang akan digelar, Kamis (9/6/2022) dipersoalkan mayoritas pemegang saham. 16 pemegang saham yang juga merupakan pemilik Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Famliy di Pluit menduga adanya konspirasi licik.

Konspirasi tersebut diduga dilakukan oleh manajemen RSIA Family yakni Jonny Herman-Ardion Herman bersama dengan pemilik RS Eka Hospital. Diduga konspirasi ini dilakukan untuk menguasai RSIA Family di Pluit secara ilegal.

Baca Juga: Airlangga: KIB Tak Mungkin Usung Ganjar atau Capres dari Partai Luar Koalisi

Salah satu pemegang saham PT. PMBS yang juga pemilik RSIA Family Pluit, Dr Tjien Ronny mengatakan, Jonny Herman selaku Direksi Perseroan merencanakan pelaksanaan 2 RUPLSB dengan agenda akuisisi PT. PMBS oleh PT. Dua Bersaudara Bahagia.

Sekedar informasi, anak dari Jonny Herman yakni Ardion Herman merupakan Direktur dari PT. Dua Bersaudara Bahagia. Nantinya, akuisisi PT. PMBS juga akan melibatkan, PT Relience Internasional Hospital yang merupakan pemilik RS Eka Hospital.

“Agenda RUPSLB I antara lain mengenai pengambilalihan atau akuisisi saham PT. PMBS oleh PT. Dua Bersaudar Bahagia dan agenda RUPSLB II antara lain ialah mengenai peningkatan modal dasar PT. PMBS hingga 8 Triiliun adalah sangat merugikan para pemegang saham, dan akal-akalan utk menyingkirkan pemegang saham yang tidak tunduk, kata Dr Tjien Ronny di Jakarta, Rabu (8/6/2022).

Baca Juga: Demokrat dan Nasdem Makin Mesra, AHY Buka Jalan Terbentuknya Koalisi

Dr Tjien melanjutkan, itikad pengambilan saham tersebut sudah dirancang sejak tahun 2020. Ia mengatakan, peningkatan modal sampai 8 Triliun, apa gunanya? Pastinya pemegang saham kecil tidak mampu. Disini telah terjadi pelanggaran hak pre-emptive para pemegang saham ketika PT. Dua Bersaudara Bahagia masuk sebagai pemegang saham sebesar 44 persen.

“Pada tahun 2020 terkait perlaihan saham Jonny Herman dan Ardion Herman ke PT. Dua Bersaudar Bahagia. Pada saat itu Direksi PT. PMBS yakni Jonny Herman tidak menawarkan terlebih dahulu kepada para pemegang saham, ketika Jonny Herman dan Ardion Herman hendak menjual saham kepada pihak luar yaitu PT Dua Bersaudara Bahagia. Hal ini apabila RUPSLB akuisisi terlaksana maka PT Dua Bersaudara Bahagia akan memiliki 72,5 persen saham PT. PMBS,” papar dia.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polda Metro Tingkatkan Razia Narkoba Jelang Tahun Baru

Selasa, 6 Desember 2022 | 16:15 WIB
X