Inilah Efek Buruk Kebanyakan Minum Air Putih

- Minggu, 5 Juni 2022 | 20:33 WIB

Jakarta, hanTer - Tak disangka, setiap sesuatu yang berlebihan  akan mengundang penyakit. Contohnya, minum air menjadi satu upaya penting untuk menjaga tubuh Anda tetap sehat dan berfungsi dengan baik. Namun, jika berlebihan dan dilakukan terlalu cepat malah bisa berujung keracunan air.

Ya, keracunan air terjadi ketika minum begitu banyak air sehingga ginjal tidak dapat menghilangkannya dengan cukup cepat, sehingga mulai mengencerkan elektrolit terutama natrium dalam darah.

Dikutip dari Insider, ondisi ini berbahaya karena kadar natrium darah turun dengan cepat, menyebabkan perubahan neurologis seperti halusinasi dan kebingungan. Meski jarang, keracunan air bisa menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani.

Orang dewasa perlu minum sekitar 2,7 hingga 3,7 liter cairan sehari, yang bisa berasal dari air, makanan, dan minuman lainnya.

Keracunan air dapat terjadi bila Anda minum lebih dari tiga sampai empat liter air dalam waktu singkat seperti satu atau dua jam, kata pakar pengobatan darurat di Rutgers New Jersey Medical School, Lewis Nelson, MD.

Namun, tidak ada jumlah cairan tertentu yang dianggap tak aman dan risiko keracunan air akan bervariasi tergantung pada frekuensi asupan, usia, jenis kelamin, dan kesehatan secara keseluruhan.

Terlalu banyak air dapat membuat otak membengkak dan mengganggu fungsi normal. Gejala masalah ini meliputi sakit kepala, bingung, mual, muntah dan seseorang menjadi lupa.

Jika tidak segera diobati, maka kondisi ini dapat menyebabkan gejala lain, seperti bicara menjadi cadel, lemah, halusinasi, kram otot, gangguan fungsi otak, kejang dan koma.

Keracunan air cenderung terjadi di antara orang dewasa yang melakukan lari maraton, melakukan pelatihan militer dan memiliki kondisi kesehatan mental seperti polidipsia psikogenik atau minum air secara kompulsif dan skizofrenia.

Namun, kondisi ini juga bisa berkembang pada bayi. Bayi berusia di bawah enam bulan beum boleh diberi air karena perutnya kecil dan ginjalnya belum berkembang. Jika mereka diberi air atau susu formula yang terlalu encer, mereka mungkin mengalami keracunan air.

"Pasien dengan keracunan air memiliki keadaan darurat medis dan harus dibawa ke rumah sakit untuk perawatan medis darurat. Kami biasanya perlu menghentikan kejang mereka, memasukkan larutan yang mengandung natrium pekat, dan mendukung pernapasan mereka," kata Nelson. Ant

 

Editor: Romi Terbit

Tags

Terkini

J Hope BTS Bagikan Spoiler Kegiatannya, Proyek Apa?

Kamis, 9 Februari 2023 | 09:00 WIB

Pelatihan Ternak Jangkrik ala Mak Ganjar Bandung

Kamis, 9 Februari 2023 | 07:50 WIB

LSP EMI Siap Cetak SDM Berkompeten

Rabu, 8 Februari 2023 | 21:19 WIB

Beda Nasib Aplikasi JAKI dan Lapor Gub

Rabu, 8 Februari 2023 | 14:58 WIB
X