• Rabu, 29 Juni 2022

Wagub DKI Jawab Usul Anggota Komisi D soal Ultimatum Proyek ITF

- Rabu, 25 Mei 2022 | 23:36 WIB
TPST Bantar Gebang
TPST Bantar Gebang

Jakarta, HanTer - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) menjawab usulan ultimatum anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Jamaludin Lamanda terkait proyek pengelolaan sampah melalui Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter, Jakarta Utara. Adapun saat ini, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) masih mencari mitra kerja untuk membangun proyek tersebut. 

Mantan anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini menyebut, bahwa pembangunan ITF sudah melalui proses panjang sejak kepemimpinan kepala daerah sebelumnya pada 2011 lalu. Sejak saat itu, Pemprov DKI Jakarta berkeinginan adanya pengelolaan sampah yang baik dengan memenuhi standar, sehingga tidak mengandalkan pembuangan sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi. 

"ITF itukan sudah melalui proses yang panjang ya, membangun ITF bukan cuman di zaman Pak Anies ya, tapi periode-periode geburnur sebelumnya. Pada periode ini sudah melalui proses juga, proses lelang, dan sudah ada pemenang-pemenangnya. Jadi kita tunggu saja," kata Ariza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (25/5/2022). 

Dalam kesempatan itu, Ariza juga tidak mempersoalkan adanya kritik dari koleganya di DPRD DKI Jakarta terkait pembangunan ITF Sunter. Kata dia, Pemprov DKI Jakarta cenderung bersikap terbuka, sehingga menerima kritik dari dewan yang menyebut pemerintah daerah lebih mengutamakan pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) dibanding ITF

"Semua punya hak untuk menyampaikan saran dan kritik. Semua kebijakan yang diambil dari proses yang panjang ya, tidak hanya administrasi, tapi juga sebelumnya ada perencanaan yang baik," ujarnya. 

"Sebelum perencanaan ada juga kajian dan semua melibatkan masyarakat luas. Jadi tidak sepihak diputuskan oleh pemprov," sambungnya. 

Diberitakan sebelumnya, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah mendapat usulan untuk mengultimatum pembangunan Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter, Jakarta Utara yang mandek di tengah jalan. Pasalnya, sejak dipimpin enam gubernur dari tahun 2011 lalu, proyek tersebut baru sebatas penunjukkan mitra investor saja. 

"Barang kali melalui kesempatan ini, kita ultimatum saja Ibu Ketua. Sampai Gubernur berakhir masa periodenya, ini tidak terwujud apa yang direncanakan, jadi bubar saja," kata anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Jamaludin Lamanda saat rapat kerja dengan Jakpro dan Dinas LH DKI Jakarta, pada Senin (23/5/2022). 

Menurut Jamaludin, sebetulnya Pemerintah DKI mampu membangun ITF senilai Rp 4 triliun menggunakan dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Bahkan skema pembangunannya juga bisa seperti proyek Jakarta International Stadium (JIS), yang sekitar Rp3,5 triliun didapat dari pinjaman pemerintah pusat. 

Halaman:

Editor: Zamzam Terbit

Tags

Terkini

Milan-Liverpool Bersaing Dapatkan Asensio

Rabu, 29 Juni 2022 | 06:05 WIB
X