• Rabu, 29 Juni 2022

Rute Baru KRL Berlaku Tanggal 28 Mei, Tarif Masih Tetap

- Kamis, 26 Mei 2022 | 00:30 WIB
Ilustrasi penumpukan penumpang KRL Comuuterline
Ilustrasi penumpukan penumpang KRL Comuuterline

Jakarta, HanTer - Pihak Kereta Commuter Indonesia (KCI) berencana akan melakukan perubahan rute perjalanan kereta. Hal itu, seiring rencana pelaksanaan Switch Over (SO)-5 atau pembenahan Stasiun Manggarai, yang akan berlaku mulai 28 Mei 2022 mendatang.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba, menerangkan hal itu berdasarkan dengan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) khusus kereta rel listrik (KRL) yang baru seiring peningkatan penumpang KRL Jabodetabek.

"KAI Commuter terus melakukan sosialisasi secara masif untuk menyampaikan informasi perubahan-perubahan dan penyesuaian pola operasi tersebut yang akan berpengaruh dengan penyesuaian pelayanan kepada pengguna KRL khususnya di Stasiun Manggarai," terang Anne Purba dalam acara ngobrol bareng komunitas (Ngobras) yang diinisiasi Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub) di kantor Kementrian Perhubungan, Jakarta Pusat, Rabu (25/6/2022).

Baca Juga: LPS Taksir Ekonomi Triwulan II Tumbuh 5,3 Persen

Ia melanjutkan, alasan perubahan jalur tersebut salah satunya karena frekuensi perjalanan kereta sudah meningkat sejalan dengan peningkatan penumpang KRL.

"Kita lihat dari jalur 1 harus ke jalur 6 itu menyeberangi rel. Nantinya, transit hanya naik tangga atau eskalator dan lift, demikian juga turun," terangnya.

Anne juga menjelaskan, beberapa perubahan pola operasi KRL Jabodetabek untuk mengatur perjalanan KRL Lintas Bogor dan Lintas Bekasi/CIkarang. Antara lain, sebagai berikut,;

1. KRL Lintas Bogor hanya melayani relasi Bogor/Depok/Nambo

- Jakarta Kota PP via Stasiun Manggarai.

Sebelumnya, KRL Lintar Bogor melayani relasi Bogor/Depok/Nambo–Angke/Jatenegara (Loop line).

2. Jumlah frekuensi perjalanan pada KRL Lintas Bogor sebanyak 406 perjalanan per hari, dengan penomoran perjalanan KRL relasi Bogor/Depok

- Jakarta Kota PP, yaitu 4000–4499. Sedangkan perjalanan KRL relasi Nambo-Jakarta Kota PP yaitu dengan nomor perjalanan 4500 - 4999.

3. Pelayanan naik turun pengguna KRL Lintas Bogor seluruhnya akan dilayani di peron jalur 10, 11, 12, dan 13 Stasiun Manggarai.

4. Untuk pengguna yang akan menuju ke arah Tanah Abang, Kampung Bandan, Jatinegara, Bekasi, atau Cikarang harus transit di Stasiun Manggarai.

5. Perjalanan KRL Lintas Bekasi/Cikarang akan melayani dengan dua skema operasi, yang jumlah frekuensi perjalanannya sebanyak 246 perjalanan per hari.

Tarif Tetap

Kendati ada perubahan rute perjalanan kereta dan pembenahan di Stasiun Manggarai, ia memastikan tarif KRL belum akan mengalami kenaikan. Pihaknya, masih mematok tarif lama.

"Soal tarif sampai saat ini tarif KRL masih sama, belum ada kenaikan," kata Anne.

Dia menyebut, rencana kenaikan tarif KRL masih jadi perbincangan bersama dengan Kementerian Perhubungan.

"Masih terus dievaluasi," katanya.

Ia mengyngkapkan, sejumlah kemudahan akan bisa dinikmati oleh pengguna KRL. Baik bagi para pengguna yang transit maupun tidak transit di Stasiun Manggarai. Di samping itu, pembangunan double-double track juga akan meningkatkan headway tiap kereta.

Dia mengatakan, pembangunan dan peningkatan fasilitas akan memperhatikan tarif yang berlaku. Pihaknya, memastikan akan memberikan layanan yang lebih baik untuk pelanggan KRL.

"Yang perlu kamu sampaikan adalah dalam memberikan pelayanan itu, kita bisa berdasarkan memang apa yang dibayarkan teman-teman penumpang dan dari subsidi," katanya.

Di sisi lain, dirinya memastikan akan mewadahi berbagai masukan dari banyak pihak terkait penyesuaian tarif ini. Pihak KCI menggandeng komunitas pengguna KRL sebelum melakukan penyesuaian nantinya.

"Kami juga bekerja sama dengan ahli menggelar FGD, melakukan survei seperti apa sih kesiapan kita baik dari kemampuan kita ketersediaan kita untuk menaikkan tarif, ini masih dalam tahap kajian sosialisasi kepada komunitas. Berdasarkan masukan-masukan tersebut nanti belum dilakukan penaikan tarif. Nanti kita update lagi," ungkap Anne.

Diketahui, pemerintah berencana untuk menaikkan tarif KRL dari semula Rp3.000 per 25 Km pertama menjadi Rp5.000 per 25 Km pertama. Sementara, tarif tetap Rp1.000 setiap 10 Km selanjutnya.

Tarif Naik, Tak Bebankan Masyarakat

Pengamat Transportasi, Darmaningtyas menyebut meski ada kenaikan tarif, hal itu menurutnya tak akan memberatkan masyarakat. Hal itu, berlandaskan pada survei yang dilakukan terkait kemampuan dan kemauan membayar tarif.

"Dari survei sepertinya itu masyarakat tak keberatan kalau naik Rp2.000 atau Rp3.000, itu saya rasa gak keberatan," katanya dalam acara tersebut.

Dirinya juga membandingkan dengan tarif yang harus dikeluarkan oleh pelanggan ojek online. Dimana tarif, tersebut jauh lebih tinggi ketimbang kenaikan tarif KRL.

 

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Milan-Liverpool Bersaing Dapatkan Asensio

Rabu, 29 Juni 2022 | 06:05 WIB
X