• Rabu, 28 September 2022

Antisipasi Terjadinya Kerugian Jelang Formula E, Pengamat: Dewan Harus Panggil Gubernur DKI Jakarta

- Selasa, 24 Mei 2022 | 15:19 WIB
Sirkuit Formula E
Sirkuit Formula E

Jakarta, HanTer - Pengamat Kebijakan Publik Jakarta Sugiyanto khawatir penyelenggaraan Formula E yang akan digelar pada 4 Juni 2022 di kawasan Ancol dapat berimbas menambah kerugian keuangan PT. Jakarta Propertindo (Jakpro), dan PT. Pembangunan Jaya Ancol, Tbk. 

Pasalnya jelang perhelatan lomba balap mobil listrik Formula E, PT Jakpro selaku perusahaan BUMD penyelenggara kegiatan tersebut diketahui mengalami kerugian usaha senilai Rp.427,94 miliar. Sementara PT Pembangunan Jaya Ancol yang lokasi usahanya dijadikan tempat kegiatan Formula E juga mengalami kerugian usaha senilai Rp.667,90 miliar. 

PT. Jakpro yang merupakan BUMD DKI Jakarta dan PT. Pembangunanan Jaya Ancol yang 72% sahamnya milik Pemprov DKI Jakarta sampai saat ini telah mengalami total kerugian mencapai Rp1,09 Triliun.

Baca Juga: Jamiluddin Ritonga: Cak Imin Selayaknya Tahu Diri

“Untuk mengantisipasi kerugian terulang di tahun 2022, maka Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta dapat segera memanggil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan,” kata Sugiyanto di Jakarta, Selasa (24/5/2022).

Sugiyanto menegaskan agar PT Jakpro tidak mengalami kerugian yang lebih parah maka Jangan bebani Jakpro dengan tugas berat yang terlalu banyak. Karena beban berat tersebut bisa mengakibatkan PT Jakpro tak mandiri. Sejak ditugasi banyak hal oleh Gubernur, sehingga sejak tahun 2019 hingga 2021, PT Jakpro selalu rugi.

"Hal ini dapat dilihat dari informasi laporan dari BUMD DKI Jakarta. Jadi stop Penyertaan Modal Daerah (PMD) kepada PT Jakpro. Tujuanya agar Jakpro bisa lebih mandiri," tandasnya.

Pria berkacamata yang akrab disapa SGY ini menjelaskan, kerugian PT. Jakpro sudah terjadi sejak tahun 2019 yakni senilai Rp.76,22 miliar, dan tahun 2018 Rp.240,8 miliar. pada tahun 2021, PT. Jakpro mengalami kerugian senilai Rp.110.83 miliar. Total kerugiannya mencapai Rp.427,94 miliar.

Sedangkan untuk PT. Pembangunan Jaya Ancol, Tbk juga telah mengalami kerugian sejak tahun 2020, yakni senilai Rp.392,86 miliar. Lalu pada tahun buku 2021 kerugian serupa terjadi senilai Rp.275,03 miliar. Dengan demikian total kerugian Ancol mencapai Rp.667,90 miliar.

“Jadi jika dijumlah kerugian PT. Jakpro Rp.427,94 miliar dan PT. Pembangunan Jaya Ancol Rp.667,90 maka total kerugian kedua perusahaan tersebut mencapai senilai Rp.1,09 triliun,” ungkap SGY.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Soal Berkas Ferdy Sambo cs, Waktu Kejagung Menipis

Selasa, 27 September 2022 | 16:16 WIB

Pemprov DKI Janji Tutup Semua Lokasi Prostitusi

Senin, 26 September 2022 | 11:24 WIB

Drakor di Netflix Siap Tayang, Mana yang Kalian Tunggu?

Senin, 26 September 2022 | 09:10 WIB

BTN Gelar Road Show Tabungan BTN Bisnis di Medan

Minggu, 25 September 2022 | 18:32 WIB
X