• Kamis, 1 Desember 2022

Menko Airlangga dan CEO Qualcomm, Bahas Perluas Peluang Investasi Bidang Digital dan 5G di RI

- Senin, 23 Mei 2022 | 19:58 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bertemu dengan Chief Executive Officer (CEO) Qualcomm Cristiano Amon di Qualcomm Haus, Davos-Swiss pada Minggu (22/05) di Davos, Swiss.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bertemu dengan Chief Executive Officer (CEO) Qualcomm Cristiano Amon di Qualcomm Haus, Davos-Swiss pada Minggu (22/05) di Davos, Swiss.

Davos, HanTer - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Chief Executive Officer (CEO) Qualcomm Cristiano Amon di Qualcomm Haus, Davos-Swiss. Keduanya membahas perkembangan dan potensi digitalisasi di Indonesia dalam rangkaian gelaran World Economic Forum Annual Meeting (WEFAM) 2022 hari pertama, Minggu (22/05).

Digitalisasi di Indonesia sudah berkembang pesat dimulai sejak berkembangnya globalisasi, serta didorong oleh dampak pandemi Covid-19 yang turut mempercepat proses transformasi digital.

Menko Airlangga menyampaikan, perbaikan ekonomi pasca pandemi menjadi peluang untuk mentransformasi perekonomian dan berbagai aktivitas sosial ekonomi menuju ekonomi digital.

Baca Juga: Politikus Gerindra Menggebrak, Curigai IPO GOTO, Kental Konflik Kepentingan Erick Thohir dan Boy Thohir

Pada tingkat regional, kawasan ASEAN merupakan pasar terbesar ke-3 di Asia dan terbesar ke-5 di dunia, serta salah satu pasar terintegrasi yang paling berkembang. Selain itu, dengan populasi 660 juta orang, ASEAN memiliki basis konsumen yang luas – terbesar ketiga setelah Tiongkok dan India. Di samping itu, lebih dari 50 persen populasi ASEAN berusia di bawah 30 tahun, dan mereka merupakan bagian terbesar dari angkatan kerja saat ini dan masa depan.

Menko Airlangga pun menjelaskan perkembangan ekonomi digital di Indonesia. Di 2021, terdapat transaksi komersial lebih dari 27 miliar dolar AS (Rp400 triliun) dengan lebih dari 2.300 start-up. Hal itu menempatkan Indonesia sebagai negara ke-5 di dunia dengan jumlah start-up terbanyak.

Baca Juga: MPR Minta Aparat Hukum Bertindak, Investasi Telkomsel di GOTO Merugikan Negara: Itu Uang Rakyat!

Ditambah lagi, Indonesia memiliki 370 juta pengguna koneksi seluler dan 204 juta pengguna internet (74 persen dari total populasi). Nilai transaksi uang elektronik juga melebihi 2,4 miliar dolar AS (Rp35 triliun) per Desember 2021. Tingkat inklusi keuangan di 2019 sebesar 76,19 persen dan ditargetkan akan mencapai 90 persen pada 2025, kemudian terdapat 785 juta bisnis fintech pada 2021.

Selanjutnya, Menko Airlangga membahas upaya-upaya yang telah dilaksanakan Pemerintah Indonesia dalam mendukung proses transformasi digital, khususnya untuk mendorong iklim bisnis dan investasi pada sektor digital.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

TEMPEST Raih Kemenangan Pertama di Show Champion

Kamis, 1 Desember 2022 | 12:54 WIB

Southgate 'Warning' Pasukannya Jepang Lawan Senegal

Kamis, 1 Desember 2022 | 08:05 WIB

Sikap Berterus Terang

Kamis, 1 Desember 2022 | 06:24 WIB

Usai Dipeluk Ferdy Sambo, Bharada E Bohong ke Kapolri

Rabu, 30 November 2022 | 17:08 WIB
X