• Selasa, 31 Januari 2023

Dinkes DKI Temukan 49 Orang Bergejala Hepatitis

- Rabu, 18 Mei 2022 | 21:53 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta, HanTer - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menemukan adanya 49 orang bergejala hepatitis di wilayah setempat. Sebanyak 25 orang di antaranya dinyatakan bukan hepatitis akut misterius, sedangkan 24 orang masih pengembangan. 

Kepala Dinas Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan, pemeriksaan terhadap 25 pasien sudah selesai dilakukan. Hasilnya, mereka menderita penyait komplikasi, salah satunya gangguan pada liver sehingga memiliki gambaran gejala yang mirip dengan hepatitis. 

"Sisanya 24 orang masih dalam pengembangan, kan ini nggak bisa keluar langsung dalam 24 jam dari hasil pemeriksaannya," ujar Dwi usai rapat kerja dengan Komisi E DPRD DKI Jakarta pada Rabu (18/5/2022). 

Menurut dia, hasil dari pemeriksaan kepada pasien beragam, ada yang cepat selesai dan ada yang memerlukan waktu. Proses pemeriksaannya dilakukan di laboratorium agar hasilnya lebih akurat. 

"Jadi dari 24 yang sekarang masih berstatus pengembangan itu, ada 20 orang yang masih pending. Jadi masih perlu hasil pemeriksaannya, kemudian tiga orang masuk probable dan satu masuk suspek," katanya. 

Dwi menyatakan, Dinas Kesehatan masih mencari tahu penyebab penyakit mereka, sekaligus berupaya mengelompokkan jenis penyakitnya. Tidak hanya Dinkes, kata dia, tetapi para ahli di Indonesia maupun di dunia juga masih mencari penyebab pasti dari hepatitis misterius tersebut. 

"Semua ahli di dunia belum tahu ini pastinya apa sih penyebabnya, sehingga di kelompok WHO untuk konfirmasi belom ada. Kalau kayak Covid-19 kan yang confirm yang hasil PCR-nya confirm, nah untuk ini belum. Jadi kami belum tahu pastinya," jelas Dwi. 

Ia mengungkapkan, Dinkes DKI selalu berkoordinasi dengan Kemenkes dan rumah sakit yang menangani penyakit menular, salah satunya adalah Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Sulianto Saroso di Jakarta Utara. Pihaknya juga rutin memilah pasien tergantung pada jenis penyakit sehingga memudahkan penanganannya. 

"Untuk yang 24 orang itu (masih pengembangan) tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta. Jadi, pada masyarakat kami lihat semua dilihat sama (penyebarannya)," ucapnya.

Halaman:

Editor: Zamzam Terbit

Tags

Terkini

Pihak Ferdy Sambo Tuding Jaksa Frustasi

Selasa, 31 Januari 2023 | 12:28 WIB

Sampaikan Duplik, Kuat Maruf Tetap Minta Dibebaskan

Selasa, 31 Januari 2023 | 11:55 WIB
X