• Kamis, 26 Mei 2022

Usai Jadi Tersangka KPK, Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy Dilarang Bepergian ke Luar Negeri

- Jumat, 13 Mei 2022 | 13:34 WIB
Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy (Tangkap layar)
Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy (Tangkap layar)

Jakarta, HanTer - Direktorat Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kementerian Hukum dan HAM, telah menerima permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah tiga orang yang terlibat dalam kasus dugaan suap, terkait pemberian persetujuan izin prinsip pembangunan cabang retail tahun 2020 di Kota Ambon.

Yang dicegah yakni Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy, pegawai honorer Pemerintah Kota Ambon inisial AEH, dan Kepala Perwakilan Regional Alfamidi inisial A.

Ketiganya berdasarkan dari informasi, KPK telah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga: Pengamat: Koalisi Golkar, PAN dan PPP, Lolos Presidenstial Threshold, Jadi Alternatif Pilihan di Pilpres 2024

"Terdapat tiga orang yang dicegah ke luar negeri, dengan inisial RL, A, dan AEH," ujar Direktur Wasdakim Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, I Nyoman Gede Surya Mataram, lewat keterangan tertulis, Jumat (13/5/2022).

Surya menuturkan, KPK meminta Imigrasi mencegah ketiga pihak itu melalui Aplikasi Cekal Online.

Menurut penuturan Surya, Wali Kota Ambon dkk telah dicegah bepergian ke luar negeri sejak 27 April 2022.

"Pencegahan berdasarkan permintaan KPK tersebut aktif sejak diinput melalui Aplikasi Cekal Online tanggal 27 April 2022, dan berlaku selama 6 bulan ke depan," katanya.

Baca Juga: Golkar, PPP, dan PAN Bersatu Perangi Politik Identitas di Pemilu 2024

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Banyak Pohon Tumbang di Tangerang

Kamis, 26 Mei 2022 | 13:43 WIB

Sebagian Jakarta Berpotensi Hujan Kamis Ini

Kamis, 26 Mei 2022 | 06:11 WIB
X