• Kamis, 26 Mei 2022

Eksepsi Napoleon Bonaparte Ditolak, Eggi Sudjana: Negeri Ini Tak Mau Aman

- Kamis, 12 Mei 2022 | 14:28 WIB
Irjen Pol Napoleon Bonaparte bersama tim kuasa hukum usai sidang di PN Jakarta Selatan.  (ikbal muqorobin)
Irjen Pol Napoleon Bonaparte bersama tim kuasa hukum usai sidang di PN Jakarta Selatan. (ikbal muqorobin)

HARIANTERBIT.com - Eggi Sudjana, kuasa hukum terdakwa kasus dugaan penganiayaan dengan kekerasan Irjen Pol Napoleon Bonaparte menilai penolakan majelis hakim terhadap eksepsi kliennya sudah bisa diprediksi sebekumnya. Mereka pun menganggap penolakan eksepsi sebagai tanda negeri tidak ingin aman. 

Kuasa hukum Napoleon, Eggi Sudjana, mengaku dari awal sudah pesimistis argumentasi tim kuasa hukum akan diterima oleh majelis hakim. Karena itu dia sudah memperkirakan nota keberatan akan ditolak. 
 
"Setebal apapun, sehebat apapun argumentasi kita dalam eksepsi ditolak itu fakta," ujar Eggi Sudjana tentang putusan sela kasus kliennya  Napoleon Bonaparte, usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (12/5/2022). 
 
 
Eggi juga menyinggung soal restorative justice yang mengaju pada perdamaian antara Napoleon dengan korban, M Kece. Perdamaian dilakukan di atas kertas bermaterai yang ditandatangani dua belah pihak. 
 
"Poin pentingnya adalah ketika ditolak seperti ini sebenernya istilah restorative justice itu mati, bohong, omdo saja gitu loh," tandasnya. 
 
 
Lebih lanjut Eggi menilai kasus dugaan penganiayaan diawali dengan kasus pelecehan terhadap agama. Dia menyebut tidak ada motif lain dari kliennya melakukan hal itu. 
 
"Keduanya ini satu tanda negeri ini tidak mau aman. Padahal kita berusaha untuk aman dalam arti, ini kan persoalannya kan SARA, jelas gitu loh. Dan tidak ada kepentingan motif apa beliau melakukan itu, gak ada, kecuali menegakkan hukum. Jadi itu satu hal yang mendasar yang tidak dimengerti," pungkas Eggi. ***
 

Editor: Yuli Terbit

Artikel Terkait

Terkini

X