• Jumat, 19 Agustus 2022

Tahanan Tewas di Polres Muna, Pengamat: Harus Otopsi untuk Temukan Kejelasan

- Jumat, 6 Mei 2022 | 10:52 WIB
Ilustrasi (pixabay)
Ilustrasi (pixabay)
 
Jakarta, HanTer - Deorang tahanan Kepolisian Resor (Polres) Muna, Sulawesi Tenggara, Amis Ando (45), tewas saat ditahan selama 12 jam. Sebelumnya, Amis Ando ditangkap aparat Polres Muna, lalu digelandang ke tahanan pada Selasa (3/5/2022) pukul 20.00 WITA.
 
Selanjutnya terinfokan Amis Ando meninggal dalam perjalanan ke RSUD Muna, Rabu (4/5/2022) pukul 08.00 WITA. Atas kasus ini kini terjadi  perselisihan pendapat antara keluarga dengan petugas kepolisian.
 
"Untuk mengetahui penyebab kematian Amis Ando diperlukan pemeriksaan medis terhadap tubuh dan organnya yang dalam hukum dikenal dengan otopsi," ujar Azmi Syahputra, Dosen Hukum Pidana Universitas Trisakti (Usakti) Jakarta kepada Harian Terbit, Jumat (6/5/2022).
 
 
Azmi menegaskan, otopsi merupakan langkah satu-satunya cara untuk  menemukan kejelasan dalam mengurai atas simpang siur soal bagaimana, penyebab dan siapa yang harus bertanggung jawab atas kematian Amis Ando. Karena ini berkaitan dengan karakteristik pembuktian yang memerlukan kompetensi khusus.
 
"Adapun dasar hukum Otopsi itu dilakukan atas perintah penyidik dan diatur dalam Pasal 120 Jo Pasal 133 KUHAP,  hasil otopsi itu nantinya akan menjadi keterangan ahli yang dijadikan salah satu alat bukti," jelasnya.
 
Jadi, sambung Azmi, guna mendapatkan objektifitas diharapkan kepada pihak keluarga maupun kepolisian agar menanti hasil otopsi, begitu hasil otopsi diperoleh otomatis akan diketahui apakah kejadian dalam kasus ini karena tindak pidana kriminal atau kematian alamiah.
 
 
"Dari otopsi dapat pula ditemukan hal-hal yang mungkin membawa informasi baru, termasuk akan menjawab permasalahan misal apakah ada luka,lembam akibat kekerasan benda tumpul. Atau apakah ada tindakan dibekap sehingga korban kehabisan nafas dan yang menyebabkan mati lemas. Hal ini semua nantinya akan menemukan titik terang dalam hasil analisa maupun kesimpulan otopsi ahli forensik," tandasnya.
 
"Sehingga proses otopsi  ini menghimpun semua informasi dan  fakta yang bertujuan mencari kebenaran hukum dari suatu peristiwa yang terjadi untuk memastikan sebab kematian seseorang," tambahnya.
 
 
Kepala Seksi (Kasi) Propam Polres Muna Ipda Ashari saat dikonfirmasi dari Kendari, Rabu, mengatakan terkait kasus tersebut pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap petugas yang menangani kasus tersebut dan melakukan pemeriksaan.
 
“Jika kami temui ada kesalahan prosedur, maka kami akan proses,” katanya singkat.***
 

Editor: Yuli Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polisi Serahkan Berkas Ferdy Sambo ke Kejaksaan

Jumat, 19 Agustus 2022 | 15:38 WIB

Pelayanan di Outlet Samsat ITC Depok Terganggu

Jumat, 19 Agustus 2022 | 12:04 WIB
X