• Kamis, 1 Desember 2022

Kemendagri dan Pemda Bali Optimistis Tuntaskan Persoalan Sampah Jelang Puncak KTT G20

- Selasa, 1 Maret 2022 | 11:28 WIB
Kemendagri dan Pemda Bali Optimistis Tuntaskan Persoalan Sampah Jelang Puncak KTT G20
Kemendagri dan Pemda Bali Optimistis Tuntaskan Persoalan Sampah Jelang Puncak KTT G20

Jakarta, HanTer - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Pemerintah Daerah (Pemda) Bali optimistis lakukan percepatan penanganan sampah di Provinsi Bali menjelang pelaksanaan puncak acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G20) 2022. Menyambut ajang internasional tersebut,

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kemendagri Sugeng Hariyono mengatakan, Kemendagri concern terkait aspek lingkungan di Bali. Khususnya dalam hal penanganan sampah yang ada di kawasan Sarbagita Bali (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan).

Hal ini diungkapkan Sugeng dalam agenda pembahasan percepatan penanganan sampah kawasan Sarbagita Provinsi Bali dan hambatannya di masing-masing kabupaten/kota. Agenda ini dilaksanakan di Ruang Rapat Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Sabtu (26/2/2022).

Bali ini selain akan menjadi destinasi dari para pemimpin dunia dan undangan-undangan dari seluruh dunia dan akan dijadikan semacam showcase-nya. Tempat yang akan memang dijadikan semacam benchmark oleh banyak negara di dunia. Terutama terkait dengan aspek lingkungan, karena salah satu isu besar di dalam G20 adalah terkait dengan aspek lingkungan,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim yang juga Staf Khusus Mendagri Bidang Keamanan dan Hukum Sang Made Mahendra Jaya menyampaikan, penanganan sampah yang ada di Bali perlu diselesaikan secara bersama-sama dengan berbagai pihak. Kerja sama baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga Non-Governmental Organization (NGO) perlu dibangun.

“Ada celah untuk kita sama-sama menyelesaikan masalah sampah di Bali, lakukan. Saya melihat ada target yang besar dari untuk menyelesaikan masalah sampah di Bali. Jadi kami di sini ada harapan (pemerintah) daerah, ada kebijakan yang besar. Kami dari Kemendagri mencoba mendampingi,” ucapnya.

Di lain sisi, Staf Khusus Mendagri Bidang Politik dan Media Kastorius Sinaga menambahkan, G20 merupakan suatu panggung internasional, dunia, sehingga tidak boleh ada suatu hambatan, khususnya pada masalah sampah.

Sesuai arahan Mendagri, lanjutnya, penanganan sampah harus terintegrasi dari hulu ke hilir dengan melibatkan peran serta masyarakat di tingkat hulu. Karenanya, Kemendagri akan mendorong Pemda melakukan pemberdayaan masyarakat dalam menangani sampah. Selain itu, penanganan dari hulu ke hilir tersebut juga perlu didukung kolaborasi antara Pemda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Kita (Kemendagri) fungsinya adalah membina dan mengawasi, instrumen kita hanya anggaran, regulasi, dan lain-lain, tapi pelaku adalah Pemda dan OPD,” tuturnya.

Kastorius menekankan, dalam penanganan sampah perlu adanya keseriusan dari pemda melalui regulasi, insentif, hingga memfasilitasi pembentukan kelembagaan di tingkat paling bawah untuk pengelolaan sampah. Selain itu, juga mendorong adanya inisiatif penanganan sampah plastik di Bali secara swadaya dengan melibatkan masyarakat dan memberikan manfaatkan ekonomi kepada masyarakat.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

TEMPEST Raih Kemenangan Pertama di Show Champion

Kamis, 1 Desember 2022 | 12:54 WIB

Southgate 'Warning' Pasukannya Jepang Lawan Senegal

Kamis, 1 Desember 2022 | 08:05 WIB

Sikap Berterus Terang

Kamis, 1 Desember 2022 | 06:24 WIB

Usai Dipeluk Ferdy Sambo, Bharada E Bohong ke Kapolri

Rabu, 30 November 2022 | 17:08 WIB
X