• Jumat, 7 Oktober 2022

Laptop Kontraktor Jepang Hilang, Ketua DPRD DKI Soroti Keamanan di Lingkungan MRT Jakarta

- Kamis, 25 Februari 2021 | 12:15 WIB
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi / Hermansyah
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi / Hermansyah

Jakarta, HanTer - Lemahnya pengawasan di lingkungan MRT Jakarta, sehingga rawan disusupi orang tak bertanggung jawab, menjadi sorotan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi.

Hal tersebut ia tegaskan dalam rapat laporan keuangan dan pertanggung jawaban PT MRT Jakarta yang berlangsung di lantai 10 kantor DPRD DKI Jakarta, pada Rabu (24/2/2021) siang. Menurutnya di tengah pujian dan kelanjutan fase II, MRT Jakarta masih perlu pembenahan, khususnya soal pengawasan.

Pernyataan politikus Partai PDI Perjuangan itu berkaca dari kejadian hilangnya laptop milik kontraktor Jepang tahun 2018 silam, di mana laptop itu berisi data-data pembangunan MRT, bahkan kejadian tersebut juga tak pernah dilaporkan ke pihak kepolisian.

"Apapun ceritanya MRT ini adalah proyek vital, dan kalau sampai data-data ini ada di tangan orang yang salah bisa bahaya ini. Saya minta Direktur Operasional menjawab kenapa tidak pernah melaporkan ke polisi, jangan bilang tidak tahu, karena saya tahu semua," kata Prasetio dalam keterangannya, Kamis (25/2/2021).

Ketua DPRD selama dua periode itu juga menegaskan jika laptop yang hilang itu jadi aset negara di mana data semacam itu harus dilindungi, mengingat kerjasama pembangunan MRT dijalin antara Indonesia dan Jepang. Prasetyo pun mempertanyakan alasan kehilangan laptop itu tidak dilaporkan ke polisi.

"Kenapa tidak dilaporkan ke Polisi? Itukan barang negara. Negara dirugikan. Kalau katanya sudah diganti, mengganti memang gampang, tapi pertanggung jawaban kita bagimana? Saya minta pertanggung jawaban, laporkan ke polisi, dan saya minta bukti pelaporannya," ucap pria yang gemar dengan dunia otomotif itu.

Sementara itu, Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta Muhammad Effendi mengakui jika kantor Depo MRT pada 2018 sistem keamanannya belum memadai. Menurutnya, saat itu belum ada CCTV yang terpasang.

"Jadi itu sudah lama sekali sejak 2018. Seingat saya, mungkin waktu itu pengamanan kami tidak sebaik sekarang, jadi itu kehilangan di kantor Depo. Kita sudah berusaha cari, dan saat itu kita belum ada CCTV, namun yang kami lakukan pada saat itu adalah dengan menggantinya," kata Effendi.

Dalam kesempatan yang sama, Dirut PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan pihaknya akan segera melaporkan peristiwa tersebut. "Siap, secepatnya akan kita buat laporan polisi," tutur William.

Halaman:

Editor: Hermansyah

Tags

Terkini

PN Jakarta Selatan Siap Gelar Sidang Ferdy Sambo

Rabu, 5 Oktober 2022 | 23:06 WIB

Polda Riau Ringkus Pelaku Pembuatan Bom Botol

Rabu, 5 Oktober 2022 | 19:29 WIB
X