Genpi Papua dan Papua Barat Berdiri,  Eksotisme Bumi Cendrawasih Bakal Digas

Hermansyah
Genpi Papua dan Papua Barat Berdiri,  Eksotisme Bumi Cendrawasih Bakal Digas
Peresmian Genpi Papua dan Papua Barat

Papua, HanTer - Generasi Pesona Indonesia (GenPI) melebar hingga ke Papua. Jumat (23/11),  GenPI Papua resmi dideklarasikan di Aston Jayapura, Papua. Menyusul kemudian deklarasi GenPI Papua Barat di Swiss Bell Manokwari, Papua Barat. Eksotisme Bumi Cendrawasih siap digass.

GenPI ke-31 dan ke-32 ini diresmikan langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua Yosep Matituna. Serta, disaksikan Ketua Harian GenPI Nasional Siti Chotijah.

Deklarasi ini dihadiri perwakilan dari 15 komunitas pariwisata yang eksis di Papua Barat. Komunitas anak muda pecinta pariwisata ini siap gass Eksotisme Papua dengan menggaungkannya di media sosial.
 
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Papua dan Papua Barat menyimpan eksotisme baik alam dan budaya. Bahkan, Papua Barat memiliki Raja Ampat yang sangat populer bukan hanya di Indonesia, tapi dunia. "Pariwisata sebagai harapan di masa depan bangsa Indonesia. Sehingga perlu dijaga dan melibatkan seluruh stakeholder termasuk komunitas dan netizen," ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya meminta GenPI Papua kompak mempopulerkan dan lebih mengenalkan potensi Papua. Khususnya alam budaya serta kulinernya. "GenPI rata-rata tipikal anak muda yang cerdas dan kreatif. Ditambah suka jalan-jalan dan berwisata, akan sangat mendukung promosi wisata di Papua dan Papua Barat," cetus Menpar Arief Yahya.

Kadispar Papua Yoseph Matutina menjelaskan, sektor pariwisata sudah terbukti mampu memberikan kontribusinya. Khususnya dalam pembangunan ekonomi nasional sebagai industri perolehan devisa. Oleh karena itu, ia menginginkan pariwisata juga menjadi pilar utama penyangga pembangunan daerah. "Papua memiliki banyak potensi yang dapat dijadikan daya tarik para wisatawan. Pariwisata juga bisa menjadi tumpuan pembangunan daerah," ujar Yoseph.

Dengan perkembangan era digital yang begitu pesat, Yoseph menganggap medsos adalah media yang paling efektif untuk mempromosikan pariwisata. "Papua memiliki keanekaragaman alam dan budaya. Memiliki 253 suku dengan ciri khas adat istiadat dan bahasa yang berbeda, maka melalui GenPI diharapkan semakin banyak aktivitas promosi wisata yang dapat ditampilkan melalui promosi wisata dunia digital," kata Yoseph.

Sementara, Siti Chotijah mengatakan, GenPI memiliki "followers" sangat banyak. GenPI dalam mempromosikan tempat wisata di medsos melibatkan kelompok komunitas maupun individu-individu berjiwa muda yang selama ini aktif melakukan promosi pariwisata. "Media yang digunakan beraneka ragam, seperti blog, facebook, twitter, instagram, whatsapp dan lainnya. Karena fokus promosi dalam dunia digital maka GenPI sering dijuluki laskar digital merah putih," sebut Siti Chotijah.

Perempuan yang akrab disapa Mbak Jhe ini berharap, kehadiran GenPI dapat membantu majunya pariwisata di wilayah Papua. Sehingga dunia luar dapat melihat keindahan alam Papua yang tidak kalah bagusnya. "GenPI siap memviralkan pariswisata Papua. Begitu juga dengan event-event yang dimiliki Papua akan turut dipromosikan," pungkasnya.