Sabet Penghargaan Silver Play Button, Azkanio Panda Jebolan The Master Sukses Jadi Pebisnis

Romi
Sabet Penghargaan Silver Play Button, Azkanio Panda Jebolan The Master Sukses Jadi Pebisnis
Azkanio Panda/ ist

Jakarta, HanTer - The Master sebagai acara reality show yang tayang di televisi di era 2000-an, The Master cukup berhasil mencuri perhatian. Acara yang menampilkan persaingan para pesulap sebagai peserta, sukses melahirkan para pesulap yang terkenal dan bahkan masih eksis hingga saat ini. Beragam aliran sulap banyak ditampilkan oleh peserta, mulai dari classic, illusionist, mentalis, hingga fakir. 

Candra Wahyu Pramono yang akrab di sapa Azkanio Panda salah satu jebolan The Master walau nasibnya tidak seberuntung peserta lain seperti Joe Sandy, Limbat, Denny Darko, Cosmo, Oge Arthemus namun saat ini  dirinya sukses menjadi seorang pembisnis di bidang vaporizer.

"Diusia 17 tahun saya merantau ke Jakarta untuk mengadu nasib. Basic saya sebetulnya bukan pesulap keluarga besar saya seniman di bidang musik," ujar Panda, Senin (20/7/2020).

Awal di Jakarta Panda bekerja di bidang kuliner, karena ke kagumannya terhadap seorang mentalist Indonesia Deddy Corbuzer, dirinya mencoba mempelajari sulap melalui buku Book of Magic dengan harga yang cukup mahal di tulis Deddy Corbuzer. 

"Book of Magic buku yang di tulis oleh Deddy Corbuzer berisikan tentang seni magic atau sulap. Lebih dari setahun saya terus mempelajari buku ini. Tahun 2008 saya memberanikan diri mendapat pada ajang pencarian bakat magician The Master di salah satu TV Swasta Nasional dengan menggunakan nama panggung Azkaniocanz," katanya. 

Tahun 2010 Panda bergabung dengan Darko Enterprise, tahun 2013 memutuskan untuk keluar dari team namun sempat membantu beberapa show pertunjukan magician-magician papan atas lainya seperti Rhomedal Aquino, Limbad .

"Tahun 2014 saya memutuskan untuk berhenti dari dunia magic, mencoba sebuah wirausaha atau berdagang online shop, karena sedang ramai waktu itu. saya banyak belajar wirausaha di youtube karena banyak ilmu yang di sajikan lewat youtube," ungkap pemuda kelahiran Semarang 15 November 1990.

Panda Collection toko online pertama miliknya Candra mencoba edukasi tetang dunia vaporizer melalui channel youtube miliknya.

"Saya melihat platform youtube yang berkembang pesat di kala itu.  Tetapi bahasan untuk vaporizer sangat minim sekali. Saya berfikir bagaimana caranya untuk bisa orang-orang tau saya menjual produk di era milenial ini, karena orang perlu di edukasi dengan hal yang baru ini. Vaporizer channel youtube saya yang semula bernamakan Panda Collection berubah menjadi Panda Vapestore," kata Panda.

Konsisten dalam membuat video tutorial, unboxing, review  maupun tips dari dunia vaporizer, tahun 2019 Panda menerima penghargaan Silver Play Button dari youtube. Dirinya diakui sebagai  seorang youtuber atau content creator youtube Indonesia. 

"Dengan perhargaan Silver Play Button itu , dan saya makin banyak di kenal oleh netizen melalui Instagram : @Azkaniopanda, Youtube : Panda Vapestore usaha saya terusberkembang," pungkasnya
 

#Azkanio   #Panda   #Pebisnis   #The   #Master