Beri Inspirasi Baru Gaya Berbusana, Era Soekamto Aktif Kampanye Lewat Kebaya

Romi
Beri Inspirasi Baru Gaya Berbusana, Era Soekamto Aktif Kampanye Lewat Kebaya

Jakarta, HanTer – Kendati 21 April sudah lewat, namun, sosok Raden Ajeng Kartini tetap selalu dikenang oleh kaum wanita di Indonesia. Termasuk, bagi fashion designer Era Soekamto yang mengaku Kartini adalah seorang figur wanita yang  sangat kritis dan mindful yang memiliki mimpi besar.

“Terlebih melalui ide, gagasan, dan pemikirannya  masih tetap hidup di tengah kita.  Berupaya memperbaiki nasib rakyat dan bangsanya, khususnya kaum perempuan,” kata Era Soekamto melalui keterangan diterima Harian Terbit, Rabu (29/4/2020).

Memang wanita cantik ini dikenal sebagai seorang Batik and Culture Prodigy yang kerap aktif mengkampanyekan budaya lewat perempuan berkebaya. Ia percaya bahwa nilai-nilai Kartini yang mencintai budayanya, menggunakan kebaya, kain batik, dan sanggul sebagai  pakaian  sehari-harinya.

“Kebaya dengan perpaduan kain tradisional, bisa menjadi tren yang memberikan inspirasi baru gaya busana. Misi untuk mengawinkan dua budaya dalam satu balutan busana tak berhenti sampai di Jawa dan Bugis,” terangnya.

Nah, di masa lock down ini Kartini menggunakan sebagian besar waktunya untuk membaca, menuliskan semua pemikirannya, visi dan cita-cita besarnya melalui surat kepada temannya di Belanda, yang menceritakannya tentang harapan dan kesetaraan pendidikan untuk perempuan di Indonesia.

Oleh karenanya, ia mengajak sahabatnya dari kalangan selebriti untuk membuat impact yang besar dengan cara yang sangat sederhana, menghidupi semangat Kartini dengan membuat sebuah video yang bercerita tentang filosofi Kartini yang sangat populer, “Habis Gelap Terbitlah Terang” dengan pengalaman dan interprestasi masing-masing. 

Diantaranya, Happy Salma, Wulan Tilaar, Maudy Koesnaedi, Aura Kasih, Andien Aisyah, Susan Bachtiar, Alena Wu, Amanda Gratiana, Janna Soekasah Joesoef, Kristy Syarfuan Humphrey Djemat, serta penggerak komunitas Women 9.0 by Abhanuraga Nusantara yang dibentuk olehnya sebagai wadah untuk berdialog antar kultur dan agama, dengan tujuan untuk menemukan jati diri yang sejati dan pemberdayaan manusia sehingga bermanfaat bagi banyak orang lainnya.

“Bangkit peradaban dalam cinta dan kasih sayang, serta kembali kepada budaya Nusantara Adi Luhung,” tambahnya.
Seperti diketahui, Era Soekamto pernah mengusung  koleksi "Smargaloka" yang merupakan konsep desain dari busana etnik, perpaduan Jawa dan Bugis kreasinya. Warisan budaya kerajaan Bugis dan Jawa ditafsirkan melalui koleksi busana siap pakai yang feminin dan modern. 


 

#Era   #Soekamto   #Kebaya   #Busana