Ratusan Pemangkas Rambut Hadiri Hari Jadi SPI Ke- 3

Safari
Ratusan Pemangkas Rambut Hadiri Hari Jadi SPI Ke- 3
Sedikitnya 200 pemangkas rambut yang tergabung dalam komunitas Salam Pangkas Indonesia (SPI) merayakan hari jadinya yang ke-3.

Tangerang, HanTer - Sedikitnya 200 pemangkas rambut yang tergabung dalam komunitas Salam Pangkas Indonesia (SPI) merayakan hari jadinya yang ke-3. Acara hari ulang tahun SPI ke - 3 ini berlangsung di sebuah rumah makan di Tangerang, Banten, Kamis (12/3/2020).

Ada beragam kegiatan di anniversary ke - 3 SPI ini, di antaranya Seminar Nasional yang mengupas attitude pemangkas rambut, barber manajemen keprofesian, dan bagaimana menghadapi revolusi industri 5.0. selain itu digelar juga haircut battle antar pemangkas rambut. 

Ketua SPI Badrudin mengatakan, ratusan anggota SPI yang menghadiri hari jadinya ke - 3 datang dari berbagai daerah. Karena yang hadir tidak hanya dari Jabodetabek tapi ada juga yang datang dari Surabaya, Kalimantan,  Sumatera. Bahkan anggota SPI dari Malaysia juga turut hadir untuk meramaikannya.

"Anggota SPI dari Malaysia itu pemilik gerai Papa Barbershop. Kalau anggota SPI dari Papua tidak hadir, tapi memberikan support berupa barang untuk kelancaran acara," ujar Badrudin.

Ayah 3 anak yang memiliki nama tenar Abad Versi ini menuturkan, SPI dibentuk pada tanggal 13 Maret 2017 silam oleh dua orang yakni Wahyu Dwi Utomo dan Raden Fatah. Keduanya bertemu dari media sosial (medsos). SPI dibentuk guna mengangkat profesi pangkas rambut. Apalagi ada sebagian masyarakat yang masih menganggap sebelah mata profesi pangkas rambut. 

"Padahal pangkas rambut adalah profesi yang tidak bisa tergantikan oleh robot. Apalagi setiap orang apapun statusnya pasti membutuhkan pangkas rambut," tegasnya.

Oleh karena itu, sambung Abad, ia bangga dengan profesi pangkas rambut. Saat ini anaknya yang perempuan juga sudah bercita - cita menjadi tukang pangkas rambut. Saat ini Abad mengaku terus mendorong bagaimana anaknya tersebut menjadi tukang pangkas rambut yang bisa go internasional dan profesional. 

"Saya dukung anak saya yang perempuan jadi tukang pangkas rambut karena banyak yang menganggap sebelah mata profesi tukang pangkas rambut,. Karena saat anak saya bilang bercita - cita jadi tukang cukur banyak teman-temannya yang mentertawakan," tandasnya. 

Abad menegaskan, agar profesi pangkas rambut terangkat baik secara manajemen dan penghasilan maka banyak yang bisa didapat dari tukang pangkas rambut yang tergabung di SPI. Di antaranya, bisa saling berbagi pengetahuan. Karena di SPI akan terus ditingkatkan profesinya tidak hanya sekedar bisa menggunting rambut tapi juga tidak mahir. 

"Makanya di SPI ada Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)," paparnya.

Di SPI, lanjut Abad, juga berlaku standarisai tarif gunting rambut yang kisarannya antara Rp 20 - 25 ribu tergantung wilayah dan kelengkapan barbershopnya. Di SPI juga anggota akan dilatih bagaimana mengasah kemampuan memotong model rambut pelanggannya agar merasa puas ketika digunting.

"Di SPI kita bisa bergaul dan membesarkan kemampuan," jelasnya.

Dalam kesempatan ini Abad juga juga menuturkan, anggota SPI juga siap menghadapi revolusi industri 5.0. Karena saat ini SPI tengah mengembangkang aplikasi agar profesi pangkas rambut bisa terangkat dengan memanfaatkan teknologi.