Fanny Dorong Wanita Jadi Pengusaha Sulam Alis

Safari
Fanny  Dorong Wanita Jadi Pengusaha Sulam Alis

Jakarta, HanTer - Bisnis apapun jika dilakukan dengan baik dengan proses yang panjang maka hasilnya tidak akan mengkhianati kerja keras.  Ungkapan tersebut layak disematkan kepada Fanny Chan, entrepreneur muda, energik, cantik, dan humble, serta bertangan dingin dalam mengelola usaha kecantikan yang sudah terbukti hasilnya.

 

Wanita 28 tahun asal Surabaya, Jawa Timur ini sukses menggeluti usaha kecantikan sulam alis dengan merek Van Sulam Alis & Academy. Ia mengelola Van Sulam Alis & Academy sejak tahun 2013. Proses bisnis kecantikan yang dikelolanya tergolong unik. Karena ia mengandalkan skill dan 100% handmade. Selain tak mudah ditiru, bisnis ini juga pasti diminati karena setiap wanita pasti ingin tampil cantik dan menarik.

 

“Saya rasa di era technology yang serba maju, bisnis jasa akan sangat menjanjikan untuk 10 -20 tahun ke depan. Kerja sulam alis ini tidak bisa diduplikasi bahkan digantikan sekalipun oleh AI (artificial intelligence). Walaupun ilmu yang dipelajari sama, namun setiap ahli sulam memiliki ciri khas sendiri - sendiri. Disitu letak keunikannya,” kata Fanny Chan di Jakarta, Senin (2/3/2020).

 

Karena keunikan itu, usaha yang dijalankannya pun membuka kategori bisnis baru dibidang kecantikan. Sehingga membuka peluang bisnis dan minat banyak wanita untuk dapat hidup mandiri dan produktif dengan menjadi womenpreneur serta membantu pemerintah dalam upaya peningkatan penyerapan tenaga kerja.

 

Filosofinya dalam mengembangkan Van Sulam Alis tak lain ialah keinginan kuat untuk menggerakkan kaum wanita agar selalu tampil cantik dan berdaya. Oleh karena itu ia percaya bahwa peluang bisnis kecantikan sangat luas dan akan terus menjanjikan dibandingkan dengan bidang jenis usaha lainnya.

 

“Kenyataan, suatu treatment yang sedang booming, setiap wanita pasti akan berlomba-lomba mencobanya. Kalau belum mencoba bisa ketinggalan jaman atau kuno, sebab treatment kecantikan adalah salah satu topik yang melekat dan tidak dapat dipisahkan dalam pembicaraan wanita,” jelasnya.

 

Misi luhur lainnya adalah membuat wanita menjadi cantik lewat kedua tangannya. “Adalah kebahagiaan dan kepuasan tersendiri bagi saya, pertama melalui pendidikan sulam alis yang saya adakan. Kedua, Saya ingin seluruh wanita di Indonesia menjadi wanita mandiri dan kuat, sehingga dapat melakukan apapun dan bahagia atas pilihan - pilihan dan keinginan mereka, berapapun usianya dan apapun pendidikan mereka dengan menggeluti bisnis sulam alis,” tandasnya.

 

Karena itu, saat ini peluang  bisnis VanSulam Alis masih terbuka lebar. Apalagi hanya dengan investasi senilai Rp 75 juta sudah bisa menjadi mitra Van Sulam Alis. Fanny menyarankan kepada pengusaha pemula, bahwa bisnis sulam alis sangat mengandalkan sumber daya manusia. Oleh karena itu tidak perlu khawatir untuk sering melakukan promosi di dunia digital agar semakin banyak yang mengetahuinya.

 

Menurutnya, saat ini kondisi pasar masih sangat baik, walaupun ada penurunan sekitar 20-30% dikarenakan bisnis sulam alis sekarang sudah menjamur, namun hingga saat ini masih tergolong menjanjikan. Di mata Fanny, ketika suatu bisnis mulai menjamur, maka akan terlihat siapa yang benar-benar ahli dan paling kompeten akan terlihat.

 

“Pada akhirnya yang dapat bertahan di persaingan pasar yang semakin ketatlah yang menjadi juaranya,”  paparnya.

 

Untuk meningkatkan daya saing bisnisnya, Fanny memiliki prinsip ATM (Amati - Tiru - Modifikasi). Salah satu contohnya, Fanny menciptakan beberapa tekhnik khusus silam yang kemudian dipublikasikan di buku "Rahasia Sulam Alis" by Fanny Chan. Di buku itu terangkum seni bisnis sulam alis yang dijalankannya. Saat ini buku tersebut telah tersebar di seluruh toko buku di Indonesia.

 

Van sulam Alis bukan hanya memberikan jasa sulam alis, namun juga pelatihan khusus bersertifikat Kemendibud, dan kini mempunyai 12 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Langkahnya dalam mengelola usaha cukup rasional. Fanny memperhatikan bisnis orang-orang hebat yang kategorinya berbeda.

 

"Dari situ saya coba kawinkan di bisnis saya sendiri,” katanya.

 

Menurutnya, seseorang harus full package apabila bisnisnya mau sukses. Ia terinspirasi dari sang Ayah yang selalu memberikan prinsip 3K, yakni Kemampuan, Kesempatan, dan Kepercayaan.  Selain itu, i melakukan strategi marketing unik menggunakan jaringan dokter dan tim profesional di berbagai bidang untuk update ilmu seminar workshop international di dalam dan luar negeri.

 

Tak cuma itu, Van Sulam Alis selalu berinovasi dalam hal ditreatment-treatment baru sehingga dapat me-maintenance pasien lama dan baru. Tak hanya sulam alis, Van Sulam Alis menyediakan treatment sulam eyeliner, sulam bibir, sulam wajah (bb glow & cc glow), sulam lipatan mata (double eyelid), sulam lesung pipi (dimple), dan masih banyak lainnya.

 

Pencapaian Wow di Usia Muda

 

Setelah 6 hingga 7 tahun bergelut di dunia sulam alis. Kini, tepat diusianya yang ke-28 tahun, Fanny sudah memiliki asset sebesar 1 juta USD. Fanny berharap, ke depan mampu melebarkan sayap di bidang properti dengan membangun ruko - ruko modern minimalis. Semua itu dilakukan guna memajukan generasi bangsa agar lebih memiliki jiwa entreprenur.

 

"Saya sangat tidak sabar memulai pengembangan bisnis saya,” tandasnya.