Imbau Publik Figur Selektif Terima Endorse, Arzeti Bilbina: Harus Berizin BPOM 

romi
Imbau Publik Figur Selektif Terima Endorse, Arzeti Bilbina: Harus Berizin BPOM 
Arzetti Bilbina/ ist

Jakarta, HanTer – Maraknya sejumlah artis yang menjadi brand ambassador maupun endosre sebuah produk membuat keprihatinan banyak pihak. Apalagi, jika produk yang di endorse itu bermasalah sehingga bisa menjadi masalah.

Nah, beranjak dari hal tersebut artis dan model senior Arzeti Bilbina merasa prihatin. Ia pun  menyoroti BPOM agar harus lebih aktif melakukan kontrol pada produksi jajanan termasuk jajanan anak di sekolah mulai tingkat hulu sampai hilir.

Selainitu, menurutnya BPOM juga harus lebih banyak melibatkan masyarakat untuk pengawasan melalui mekanisme pelaporan secara online yang lebih simpel. Karena ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab perlindungan kita terhadap masyarakat.

"Sejauh ini saya dan juga rekan-rekan di Komisi IX DPR RI tergerak membantu UKM dengan meminta pihak BPOM dan Dinas Kesehatan untuk mempermudah pengurusan perizinan peredaran obat dan makanan di Indonesia. Entah itu dari sisi kecepatan pengurusan izinnya, mempermudah persyaratannya dan juga memperkecil biaya pengurusan izinnya khususnya bagi para pengusaha UKM di Indonesia. Ini penting untuk menekan angka peredaran ilegal obat dan makanan yang ada di Indonesia," kata Arzeti, Sabtu (1/2/2020).

Keprihatinan Arzeti cukup beralasan, mengingat sebelumnya, pada Rabu (29/1/2020) ia mengikuti RDP alias rapat dengar pendapat dengan pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia atau BPOM di gedung Nusantara 1, Komisi IX, Senayan, Jakarta.

Ia juga meminta para pengusaha obat dan makanan memperhatikan bahan-bahan yang digunakan agar tidak merugikan masyarakat.

"Saya berharap pada para produsen dan pengusaha dibidang obat dan makanan untuk tetap menaati aturan pemerintah dalam hal produksi barangnya. Jangan sampai menggunakan bahan-bahan yang tidak benar yang bisa merugikan masyarakat. Kami terus upayakan kemudahan perizinan perdaran obat dan makanan agar bisa legal," tambahnya.

Bukan itu saja, cewek berdarah Minang ini mengimbau para artis dan publik figur memilih dan memilah tawaran untuk mempromosikan barang. 

"Saya juga meminta teman-teman publik figur dan artis yang kerap diajak sebagai brand ambassador produk obat, kosmetik dan makanan yang beredar di masyarakat untuk selektif menerima tawaran. Ini agar masyarakat tidak terjebak mengonsumsi obat dan makanan yang tidak sesuai standar kesehatan yang berdampak merugikan," terangnya.

Oleh karenanya, ia mengingatka kepada siapapun yang mau menerima endorse dari produk obat dan makanan harus cek dan ricek terlebih dahulu.

“Mereka juga harus jeli meneliti apakah obat dan makanan yang mereka promosikan sesuai dengan standar kesehatan dan berizin BPOM dan Dinas Kesehatan tidak," tutupnya.