Inilah Risiko Cacingan bagi Anak Usia Dini

Viv/Rom

Jakarta, HanTer - Salah satu penyakit berbahaya menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 1,5 miliar orang atau 24 persen dari total populasi dunia menderita infeksi cacingan. Ya, infeksi cacingan secara luas tersebar di area tropis seperti Indonesia.
Dikutip dari Viva, data WHO juga menunjukkan, lebih dari 270 juta anak usia pra sekolah dan lebih dari 600 anak usia sekolah tinggal di area dengan sanitasi yang tidak bersih. Kondisi ini yang memicu cacing berkembang biak dengan cepat.
"Gejala yang ditunjukkan penyakit cacingan tidak khas, seperti nafsu makan menurun, diare, ataupun sulit konsentrasi. Maka dari itu, sulitnya mendeteksi cacingan, sebaiknya memicu masyarakat menjalani pola hidup bersih dan sehat," ujarHead of Medical Affairs, PT Johnson&Johnson, dr. Rospita Dian, baru-baru ini.
Cacingan mudah dihindari dengan menerapkan pola hidup sehat, dimulai dengan menjaga kebersihan sanitasi seperti cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, konsumsi air bersih untuk rumah tangga, perilaku jamban sehat, serta menggunting kuku.
"Pemerintah melalui Kemenkes telah menyiapkan program pengendalian kecacingan di Indonesia, di mana sasarannya adalah anak sekolah dasar dan balita. Mengingat pada usia tersebut, dampak yang ditimbulkan akibat cacingan akan merugikan pertumbuhan fisik dan mental," ungkapnya.
Selain itu, pola hidup sehat yang tidak kalah penting adalah menggunakan alas kaki.