Penggunaan Kosmetik Aman, BPOM dan Yayasan Putri Indonesia Jalin Kerjasama

Safari
Penggunaan Kosmetik Aman, BPOM dan Yayasan Putri Indonesia Jalin Kerjasama
BPOM & YPI/ ist

Jakarta, HanTer - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Yayasam Putri Indonesia (YPI)  menandatangani kesepakatan bersama (MoU) untuk penggunaan kosmetik secara aman. Selain penandatanganan kerjasama, pada kesempatan kali ini juga dilantik para Puteri Indonesia sebagai Duta Kosmetik Aman yang diharapkan bisa mengedukasi masyarakat untuk memilih dan menggunakan kosmetik yang aman.

Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM, Mayagustina Andarini mengatakan, di tahun 2019 BPOM mengungkap  ada 96 kosmetik ilegal dengan nilai keekonomian mencapai Rp. 58,9 milyar dalam kurun waktu 11 bulan. Hal ini menunjukkan masih tingginya tren demand atau permintaan  masyarakat atas kosmetik ilegal yang tidak dapat dijamin keamanannya.

"Perkembangan zaman dan teknologi informasi, terutama tingginya penggunaan internet, sangat memengaruhi perubahan pola perdagangan kosmetik. Saat ini pelaku usaha lebih gencar dalam melakukan promosi kosmetik di media daring, salah satunya dengan melibatkan public figure," ujarnya, Selasa (26/11/2019).

Sayangnya, sambung Mayagustina, tren penjualan kosmetik secara daring memiliki berkontribusi yang cukup besar terhadap temuan kasus peredaran kosmetik ilegal. Karena makin gencarnya promosi produk kosmetik dengan makin banyaknya public figure yang turut mempromosikan produk kosmetik, tapi  masih belum diimbangi dengan tingkat pengetahuan dan kepedulian masyarakat tentang kosmetik yang aman.

Ketua Dewan Pembina YPI, Putri Kus Wisnu Wardani menjelaskan Yayasa Puteri Indonesia dan Badan POM telah berkerja sama sebelumnya pada saat pembekalan finalis Puteri Indonesia 2019. Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dan respon positif dari kedua belah pihak. Puteri Indonesia dengan attribute 3B Brain, Beauty, Behavior memiliki citra positif di masyarakat sehingga dapat memengaruhi masyarakat untuk memilih dan menggunakan kosmetik aman. 

"YPI juga akan mendukung pihak Badan POM untuk melakukan penindakan atas kosmetik palsu atau illegal," tegasnya 

Dengan adanya Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Badan POM dengan YPI, sambung Putri, diharapkan dapat mengoptimalkan intervensi Badan POM dalam memutuskan rantai permintaan kosmetik ilegal melalui edukasi kepada masyarakat. Oleh karena itu Duta Kosmetik Aman yang dibentuk, akan bertindak sebagai spoke person yang memviralkan pemilihan dan penggunaan kosmetik aman.

"Standarisasi kosmetik aman di antaraya adalah memiliki izin edar dari BPOM. Walaupun ada di antara produk kosmetik yang memiliki izin edar ada kandungan bahan yang tidak sesuai yang didaftarkan," jelasnya.

Selain memiliki izin edar dari BPOM, ujar Putri, kategori kosmetik aman dikeluarkan oleh perusahaan komestik yang memiliki rekam jejak baik dan terpercaya. Karena perusahaan tersebut tidak akan melakukan produk kosmetik yang akan merusak reputasinya. Harus dipahami juga oleh masyarakat untuk membuat kulit bersih atau putih juga perlu tahapan sehingga tidak bisa instan atau singkat. 

"Kadi katakan proses pemutihan itu bertahap. Kalau kalau cepat pasti menggunakan bahan-bahan yang berbahaya atau dosisnya yang jauh di atas rata - rata," paparnya.

Sementara terkait harga, Putri menlai, untuk mendapatkan kosmetik aman dengan harga mahal adalah relatif. Karena ada kosmetik yang menjual harga murah ternyata kandungannya sangat berbahaya untuk kulit. Oleh karena itu ketika memilih komestik harus dengan nalar atau pola pikir bahwa tidak mungkin harga murah maka akan mendapatkan kosmetik yang aman untuk kulit. 

Tapi belum tentu juga harga mahal pasti akan mendapatkan kosmetik aman. Jadi untuk mendapatkan kosmetik aman harus melalui tahapan di antaranya izin edar dari BPOM," tandasnya. 
 

#BPOM   #YPI   #Aman