Pakar Kecantikan Deby Vinski Jadi Konsul Kehormatan Negara Moldova

romi
Pakar Kecantikan Deby Vinski Jadi Konsul Kehormatan Negara Moldova
Prof. Dr. Deby Vinski MSc, PhD/ dok

Jakarta, HanTer – Pakar kecantikan yang pelanggannya mayoritas artis ini menambah daftar penghargaan. Pasalnya, bertempat di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada 2 Oktober 2019, Prof. Dr. Deby Vinski MSc, PhD telah resmi menjadi Konsul Kehormatan Negara Moldova yang berkedudukan di Jakarta. 

Ya, tentunya ditandai dengan pemberian Surat Pengakuan (Exequatur) yang ditanda-tangani oleh dari Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi. Surat Pengakuan (Exequatur) diberikan secara resmi oleh Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler, Duta Besar Andri Hadi mewakili pemerintah Republik Indonesia kepada Prof. Deby Vinski. 

“Konsul Kehormatan adalah warga negara dari negara penerima yang memiliki reputasi baik, ditunjuk oleh negara pengirim untuk mewakili kepentingan negara pengirim di negara penerima,” kata Deby Vinski, di Jakarta, seperti diterima Harian Terbit, Selasa (8/10/2019). 

Dikatakannya, saat ini terdapat 101 konsul kehormatan dari 55 negara yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Medan, Jakarta, Denpasar, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Makassar dll.

Ditambahkannya, Konsul Kehormatan mempunyai kekebalan hukum terbatas atas kegiatan-kegiatan kantor dan dari pemberian testimoni atas masalah yang berhubungan dengan fungsi kekonsuleran. 

“Hak istimewa lainnya adalah untuk memasang bendera nasional dan lambang negara yang diwakilinya dalam hal ini Moldova, sebagai penanda atas keberadaan Konsul Kehormatan agar dikenali oleh Pemerintah di wilayah tempatnya bekerja,” terangnya.

Selain itu, lambang negara dan bendera tersebut dapat dipasang di gedung yang dijadikan premis kantor Konsul Kehormatan, wisma Konsul Kehormatan, dan alat pengangkutannya apabila digunakan untuk urusan resmi Konsul Kehormatan mewakili negara pengirim.

“Intinya saya berharap dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan sebaik-baiknya dan bisa semakin menambah erat hubungan kedua negara dan bisa membawa angin segar bagi perekonomian, bisnis, kesehatan, budaya dan lain lain,” tambahnya.