Treatment Lewat Metode Gloskin Ultralift Bikin Kulit Kencang dan Bercahaya

romi
Treatment Lewat Metode Gloskin Ultralift Bikin Kulit Kencang dan Bercahaya
Masayu Anastasia & dr Nanang/ ist

Jakarta, HanTer – Banyak cara dilakukan artis agar tetap cantik di usia di atas 30 tahun, apalagi jika sudah memiliki anak. Tentuk berbagai cara dilakukan supaya kulit tetap kencang dan indah berseri.

Maklum, kulit manuasia bakal mengalami penuaan yang ditandai dengan kerutan dan kulit kendur. Apalagi bila ditambah dengan gaya hidup yang tidak sehat seperti stres, minum alkohol, dan kurang istirahat menjadikan kulit mengalami penuaan dini, dengan tekstur kulit yang mengendur, kulit kusam dan pori-pori besar.

Seperti dirasakan pesinetron dan bintang film Masayu Anastasia yang 35 tahun harus pandai menjaga dan merawat kulit indahnya. Alhasil, ia pun memilih menjalani treatment secara rutin di Gloskin Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Di klinik yang sudah berdiri sejak tahun 2012 dan meraih penghargaan Superbrands 2019 ini Masayu menjalani treatment Gloskin Ultralift. Treatment ini menjadikan kulit wajahnya kencang dan bercahaya dalam waktu singkat. 
“Pokoknya aku melakukan treatment ini untuk yang kedua kalinya. Senang sekali, ini pertama kali di Indonesia dan satu-satunya di dunia,” katanya, Rabu (2/10/2019).

Menurut ibu satu anak ini hasil dari Gloskin Ultralift langsung terlihat dalam sekali treatment, yakni wajah lebih kencang dan glowing. Treatment-nya juga tanpa rasa sakit karena tidak disuntik. 

“Setelah treatment aku bisa langsung make up dan beraktivitas. Waktu pertama kali malah aku langsung syuting,” ucapnya. 

Karena merasakan hasilnya, Masayu berniat untuk menjalani treatment ini untuk yang ketiga kalinya agar hasil dari treatment lebih lama dirasakan. “Aku ingin wajah terlihat lebih berisi, selama ini wajahku sudah tirus,” terangnya.

Sedangkan, dr. Nanang Masrani, Dipl. AAAM (member American Aesthetic & World Aging Academy Medicine) menjelaskan Gloskin Ultralift adalah metode peremajaan dan pembentukan wajah non invasive (face lifting and sculpting), serta pembentukan dan pengencangan tubuh (body contouring and tightening). 
“Namun, saat ini yang baru masuk ke Indonesia adalah untuk kulit wajah dan leher,” katanya.

Dikatakan Nanang, Gloskin Ultralift menggunakan teknologi Jerman generasi terbaru yang menggunakan metode TFT (Thermal Diffussion Technology). TDT ini adalah energi panas advanced ultrasound yang bekerja secara intense dan fokus menjangkau lapisan terdalam di bawah kulit secara efektif.

Bukan itu saja, Nana menjelaskan manfaat TDT adalah menstimulasi produktivitas kolagen dan meremajakan kulit 10 kali lebih efektif. Teknologi TDF dapat dikerjakan pada seluruh bagian wajah, bahkan di area-area yang sulit dijangkau. Gloskin Ultrasound dikerjakan mulai dari kerutan di dahi, eyebrow, kerutan di sudut mata, di antara dua alis, kantung mata, nasolabial fold, pipi, bagian atas bibir, garis senyum, memperbaiki skin tone, double chin dan leher. 

Saat pengerjaan, dengan kecepatan 10 Hz, yang artinya lebih cepat dari kecepatan HIFU, sinar ultrasound bekerja secara intens dan fokus hingga kedalaman kulit dermis terdalam. Energi panas yang dipancarkan akan memperbaiki struktur kulit dan merangsang produksi kolagen tanpa merusak permukaan kulit dan meninggalkan bekas luka. 

Setelah treatment selama 15-20 menit hasilnya langsung terlihat. Tekstur kulit epidermis menjadi lebih kencang karena proses pembentukan kolagen terbentuk sempurna. 

“Hasilnya 97 persen perubahan dramatis, kulit kencang seketika, tampak bercahaya setiap saat,” ujar dr. Nanang. 

Sekali treatment hasilnya langsung terlihat dan hasilnya dianggap terbaik setelah dua bulan pengerjaan. Setelah dua bulan treatment dapat diulang setiap dua bulan. Untuk hasil bagus sebaiknya treatment dikerjakan selama tiga kali.

“Setelah itu, hasil bisa bertahan 1-1,5 tahun. Hasilnya sangat alami, tidak mengubah bentuk wajah seseorang,” tambahnya.

Terkait biaya, menurut Nanang, bajet yang dikeluarkan untuk treatment cukup bervariasi. Antara kisaran Rp5 juta hingga Rp 10 juta. “Semua disesuaikan dengan bagian wajah yang di-treatment,” ungkapnya.