Butuh Informasi Cepat, Modal Rp 500 Ribu Bisa Kelola Radio Streaming

Romi Syahril
Butuh Informasi Cepat, Modal Rp 500 Ribu Bisa Kelola Radio Streaming
Kru Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) PWI Jaya/ van

Jakarta, HanTer - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DKI Jakarta bekerjasama dengan Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) DKI Jakarta, menggelar Workshop Pemanfaatan Teknologi Radio Streaming untuk Kegiatan Sosial, yang berlangsung di Graha Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS), Jalan Salemba Tengah 51, Jakarta-Pusat. 

Sebanyak 50 peserta yang berasal dari Karang Taruna se DKI Jakarta, bloger dan Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) PWI DKI Jakarta begitu antusias mengikuti rangkaian workshop yang menampilkan dua pembicara Praktisi Radio Streaming, yaitu Dani Ramdani dan Toto Yasadiwirya dari Batavia Smart Radio.

Panitia Pelaksana, Mayjen TNI (Purn) Edy Butar Butar dalam sambutannya berharap workshop tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai radio streaming. 

"Bagi pegiat sosial, radio streaming akan sangat membantu dalam mempublikasikan dan mengkampanyekan kegiatan yang telah dan akan mereka lakukan, dengan biaya yang sangat terjangkau," katanya, Rabu (31/7/2019).

Ia juga menyebutkan keberadaan media massa dapat menjadi alternatif dalam menyampaikan informasi, edukasi dan hiburan kepada komunitas masing masing.

Sedangkan, Kepala BKKKS DKI Jakarta Prof Dr Budiharjo MSc, menyampaikan perlunya pengembangan informasi digital, terlebih memasuki era industri 4.0 saat ini. "Saya berharap PWI DKI Jakarta akan memiliki program reguler di Batavia Smart Radio, membahas berbagai persoalan kekinian," ujar Budiharjo.

Ia berharap ke depannya akan terjalin kerjasama yang lebih erat dengan PWI DKI Jakarta dalam memanfaatkan radio streaming yang kini telah dimiliki BKKKS DKI Jakarta, yaitu Batavia Smart Radio.

Bukan itu saja, Budiharjo berpesan agar para peserta bisa memiliki radio untuk menyampaikan informasi mengenai kegiatan di kelurahan tempat tingalnya masing-masing.

Sementara, sebagai pembicara Dani Ramdani menyampaikan mendirikan radio streaming  tidak membutuhkan biaya yang besar, tapi yang dibutuhkan hanya membeli web hosting, yang nilainya puluhan ribu rupiah per bulannya. 

“Bisa juga mendapatkannya secara gratis di listen2myradio.com. Tapi, dengan Rp 500 ribu kita sudah bisa mengelola radio streaming selama satu tahun," tuturnya.

Hal senada diungkapkan Toto sebagai pembicara kedua yang menyoroti pentingnya menyiapkan konten yang sesuai dengan segmen yang disasar.

“Perhatikan juga format radio dan konsistensi operasional serta bagaimana mengakuisisi pendengar,” terangnya.
Seperti diketahui, ada sejumlah kebutuhan pokok untuk membangun radio atreaming antara lain, aplikasi server broadcast live atreaming, tiga unit komputer PC, koneksi internet broadband, nomor IP public dan penyewaan nama domain. 
 

#Radio   #Streaming   #PWI   #Jaya   #SJI