Serunya Destinasi Wisata Bersejarah di Jakarta Lewat JMM SMART Race 2019

romi
Serunya Destinasi Wisata Bersejarah di Jakarta Lewat JMM SMART Race 2019
Heri Wibowo/ ist

Jakarta, HanTer – Banyaknya potensi destinasi wisata di wilayah Jakarta membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berbenah diri. Aset destinasi itu meliputi, antara lain, Pelabuhan Sunda Kelapa, Museum Bahari dan Jembatan Kota Intan yang kala itu sebagai gerbang masuknya kapal-kapal dagang. 

Selain itu ada Balaikota pemerintahan Belanda yang sekarang kita kenal Museum Sejarah Jakarta (Fatahilah), hingga jejeran bangunan bersejarah dari kawasan Tanah Abang dan Cikini.

Nah, merasa potensi berlimpah maka Pemprov DKI Jakarta terus berupaya melakukan pengembangan kualitas destinasi wisata,  peningkatan sarana, aksesibilltas, serta strategi promosi dan publikasi yang efektif dan efisien.

Terlebih, ada 13 museum di bawah pengelolaan Pempro DKI Jakarta, diantaranya, Museum Sejarah Jakarta, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Wayang. Museum Bahari, Museum Joang 45, Museum Prasasti, Museum MH Thamrin, Museum Tekstil, Taman Arkeologi Onrust, PBB Setu Babakan, Monumen Nasional. Rumah Si Pitung, dan Museum Benyamin Sueb.

“Intinya Pemprov DKI Jakarta melalul Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta terus melakukan pembenahan di sisi sarana, dan promosi museum-museum yang ada. Mengikuti trend yang ada di tengah-tengah masyarakat menjadi salah satu strategi bagi kami untuk mempromosikan museum di Jakarta. Jika tahun-tahun sebelumnya kami sukses mengadakan lomba vloger, bloger, dan lomba foto amatir tentang museum di Jakarta, maka tahun ini kami menyelenggarakan Jakarta Museum Marathon (JMM) Smart Race 2019,” kata Heri Wibowo mewakili Edy Junaedi Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta di Kemang Timur, Jumat (5/7/2019).

Dikatakan Heri, even yang bakal digelar pada 3 dan 4 Agustus 2019 ini menjadi sebuah inovasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dalam mempromosikan museum-museum yang ada di Jakarta dengan menggabungkan olahraga dan wisata (sport tourism). Sementara, pendaftaran dibuka mulai 5 Juli 2019.

“JMM Smart Race 2019 ini akan berbeda dengan event-event serupa di tempat lain. Kami akan membuat event ini lebih fun, lebih menyenangkan bagi seluruh peserta. Saat acara berlangsung mereka tidak hanya akan jadi peserta lomba tetapi juga akan menjadi duta promosi museum Jakarta melalui media sosial masing-masing,” terangnya.

JMM Smart Race 2019 ini, kata Heri, memang dibuat sebagai sebuah sport tourism yarg memanfaatkan teknologi digital melalui media sosial sebagai sarana yang dominan selama pelaksanaan.

Tak heran, jika penggunaan media sosial terutama Instagram akan dilakukan sejak pendafataran peserta, unsur edukasi menjadi bagian tidak terpisahkan selarna pelaksanaan kegiatan.

“Kami akan mengaplikasikan semaksimal mungkin keinginan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta pada event ini, terutama penggunaan media sosial sebagai sarana penjaringan peserta dan juga sarana aktifitas peserta selama pelaksanaan lomba, dan tidak kalah penting adalah kesiapan prasarana lomba di lapangan agar seluruh rangkaian akan berjalan lancar dan aman,” tuturnya.

Ditambahkan Heri, penggunaan sosial media Instagram dipilih sebagai syarat pendaftaran dan setiap peserta diwajibkan memaksimalkan Instagram aktif, karena dalam pedombaan ini, peserta diwajibkan memposting kegiatan mereka saat mengunjungi atau melewati museum dan tempat bersejarah ke dalam Instagram mereka.

Sedangkan, untuk kategori lomba JMMSR 2019 yaitu Jelajah Museum, Duo Family, Duo Kostum Unik dan Duo Umum. Perlombaan ini terbuka untuk umum dari seluruh Indonesia dan merupakan program tahunan dalam rangka ulang tahun ke 492 kota Jakarta.
 

#Heri   #Wibowo   #JMM   #SMART   #Race   #2019