Bahagianya Desainer Kondang Tanggal  7 September Ditetapkan Sebagai Hari Tenun Nasional

romi
Bahagianya Desainer Kondang Tanggal  7 September Ditetapkan Sebagai Hari Tenun Nasional
Para desainer kondang sambut Hari Tenun/ ist

Jakarta, HanTer - Dalam rangka pelaksanaan Deklarasi Hari Tenun Nasional, telah diselenggarakan sebuah diskusi terbuka yang membicarakan tentang persiapan deklarasi serta penetapan Hari Tenun Nasional di Museum Tekstil Nasional, pada Kamis, 24 Januari 2019.

Pandangan umum disampaikan oleh Dr. Anna Mariana,S.H,M.H, selaku Ketua Panitia acara Deklarasi Hari Tenun Nasional, Dr. Mariah Woworuntu, selaku Sekjen Traditional Textile Art Society of South East Asia – ASEAN (TTASSEA), Tengku Ryo Rizqan selaku Ketua Umum Komunitas Tekstil Tradisonal Indonesia (KTTI).

Dr. Mariah Woworuntu  menyebut tenun khas Indonesia berbeda dengan yang ada di negara lain. Setiap lembar tenun  di Indonesia  dibuat dengan falsafah.  “Baik falsafah warna, motif, dan ukuran.” 

Dan  lebih istimewa, proses pembuatan tenun sendiri,  memperlihatkan  kedekatan hubungan dengan Tuhan, manusia dan lingkungan.

“Hubungan vertikal  adalah lungsi menandakan  hubungan  dengan Sang Ilahi. Sementara  bagian yang horizontal  adalah Pakan menggambarkan hubungan antar manusia dan lingkungannnya,” katanya.

Menurut pengamatan Mariah, kain tenun di beberapa tempat Indonesia digunakan di saat-saat  khusus,  “Kita diupacarai dengan kain tenun dari sebelum kelahiran hingga kematian. Yang semuanya  memiliki arti dan harapan bagus. Ada untuk keselamatan,  perlidungan, rejeki dan  lain-lain,” terangnya.

Anna Mariana selaku Ketua Panitia acara Deklarasi Hari Tenun Nasional, menyebut seni kerajinan tenun merupakan asset dan  warisan leluhur bangsa Indonesia. 

“Kerajinan tenun merupakan salah satu  produk tekstil tradisional  yang dapat  ditemukan dibanyak daerah di Indonesia. Masing masing daerah memiliki ciri dalam teknik pembuatan dan motif yang berbeda sebagai identitas budaya daerah tersebut,” kata Anna. 

“Tenun dan songket hakikinya bukan hanya selembar kain, tetapi juga symbol budaya yang telah merasuk dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakatnya,” tambah Anna.

Bentuk dari perhatian pemerintah itu, adalah dengan menetapkan adanya peringatan hari Tenun Nasional. “Kita bersyukur bahwa Hari Batik Nasional sudah ditetapkan untuk diperingati setiap tanggal 2 Oktober. Kini giliran wastra Tenun untuk kita perjuangkan bersama dan diperingati secara Nasional,”  kata Tengku Ryo Rizqan dari KTTI.  

KTTI sendiri adalah sebuah wadah generasi muda pencita tenun  yang sadar ketahanan sandang Nasional berbasis budaya.  
“Alhamdulillah perjuangan kita bersama disambut baik oleh Bapak Presiden Joko Widodo, insha Allah beliau  akan menandatangani dan menetapkan tanggal 7 September sebagai Hari Tenun Nasional. Penetapan ini akan dideklarasikan pada Ahad 24 Februari 2019,"  kata Ryo lagi 

Hari Tenun Nasional ditetapkan pada tanggal 7 September berkaitan dengan sejarah diresmikannya Sekolah Tenun  pertama di Indonesia, pada tanggal 7 September tahun 1929  oleh dr.Soetomo di Surabaya. 

#Hari   #Tenun   #7   #September   #Anna   #