Kunjungan Wisman ke Kepri 2018 Tumbuh Signifikan 23,63%  

Hermansyah
Kunjungan Wisman ke Kepri 2018 Tumbuh Signifikan 23,63%  
Kepulauan Riau

Tanjungpinang, HanTer - Sektor pariwisata Kepulauan Riau (Kepri) bekerja optimal tahun 2018. Kepri dibanjiri wisatawan mancanegara (wisman). Pertumbuhannya signifikan hingga 23,63%. 
 
Dari rentang Januari-November, arus kunjungan wisman mencapai 2,32 Juta orang. Angka ini naik 23,63% dari arus masuk wisman pada rentang sama di tahun sebelumnya. Tahun 2017 jumlah kunjungan wisman hanya mencapai 1,87 Juta orang. 

Kepala BPS Kepri Zulkifli mengungkapkan, kunjungan wisman di Kepri sangat positif. “Secara periodik, kunjungan wisman di Kepri ini sangat bagus. Angkanya maksimal pada tahun 2018 ini. Kami optimistis jumlah ini akan terus naik sampai akhir tahun,” ungkap Zulkifli, Kamis (3/1).
 
Wisman asal 5 negara mendominasi kunjungan di Kepri. Wisatawan Singapura tercatat yang terbanyak. Sejumlah  1,12 Juta orang. Jumlah ini memiliki porsi 48,44% dari total semua. Sedangkan wisatawan Malaysia ada di grid ke-2 dengan 273,37 Ribu orang, disusul 236,87 wisatawan Tiongkok. Slot berikutnya pun diisi India dengan kapasitas 97,3 Ribu orang dan Korea Selatan 67,07 Ribu wisatawan.
 
“Kepri menjadi favorit wisatawan Singapura. Hampir separo kapasitas kunjungan wisman di Kepri ini dihuni wisatawan Singapura. Malaysia ada terbanyak kedua. Secara geografis kedua negara ini memang sangat dekat dengan Kepri,” terangnya lagi.
 
Memiliki 2 jalur, wisman masuk ke Kepri melalui 4 pintu masuk besar. Pintu ini adalah, Batam dengan kapasitas 1,65 Juta wisman atau memiliki slot dominan 71,42%. Wisman masuk ke Batam dari perairan dan udara. Bintan jadi pintu besar ke-2 dengan arus masuk 461,78 Ribu wisman. Lalu, slot berikutnya ditempat Tanjungpinang dengan 124,58 Ribu orang dan ditutup 75,68 Ribu wisman dari pintu Karimun.
 
“Jumlah kunjungan wisman di Kepri melimpah tentu menjadi berkah. Kami gembira karena berbagai upaya untuk mendorong kunjungan wisman berhasil. Kepri ini memiliki banyak event yang jadi daya tarik bagi wisman. Saat ini kunjungan wisman ke Kota Batam memang sangat dominan. Ke depannya, kami akan buat agar sebaran wisman lebih merata,” jelas Kadispar Provinsi Kepri Buralimar.
 
Buralimar menambahkan, saat ini target kunjungan wisman ke Kepri sudah melebihi target. Sepanjang 2018, Kepri ditarget mendapat kunjungan wisman sebesar 2,4 Juta orang. Asumsi ini cukup beralasan, sebab Kepri hanya butuhan tambahan 100 Ribu wisman. Satu sisi Kepri memiliki waktu sisa 1 bulan plus momentum pergantian Tahun Baru 2019.
 
“Kalau melihat pergerakan sampai November yang bagus, saat ini target sudah terpenuhi. Riilnya nanti tunggu update data berikutnya. Kami ini yakin target sudah terpenuhi karena ada moment Tahun Baru. Biasanya Tahun Baru jadi momentum terbaik untuk menarik kunjungan wisman. Jumlahnya signifikan. Kami juga diuntungkan koneksi langsung jalur laut dari Singapura dan Malaysia,” lanjut Buralimar.
 
Optimalisasi kunjungan wisman di Kepri dari jalur perairan yang terbesar di Indonesia. Mengacu arus kunjungan wisman 2017, dominasi jalur laut diperlihatkan beberapa wilayah di Kepri. Untuk Karimun, arus masuk wisman dari jalur laut sekitar 85.771 orang. Angka besar datang dari Tanjung Uban dengan kedatangan 371.592 wisman. Jumlah ini naik 20,3% dari tahun 2016 yang memiliki angka riil 308.964 wisman. Tanjung Pinang menghasilkan 119.882 atau naik 25,5%.
 
“Kepri diuntungkan dengan ferry yang memiliki akses langsung ke Singapura dan Malaysia. Ferry dari sana memang langsung masuk ke destinasi-destinasi tersebut. Kami pasti akan terus optimalkan angka kunjungan wisman melalui jalur laut,” terang Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani Mustafa.
 
Besarnya arus masuk wisman hingga surplus 23,63% tentu jadi keuntungan secara ekonomi bagi Kepri. Apalagi, rata-rata length of stay para wisman mencapai 1,8 hari. Selama berada di wilayah Kepri, para wisman ini memiliki kemampuan spending kisaran Rp500 Ribu hingga Rp1 Juta per orang per hari. Jadi, bisa asumsikan aus masuk wisman menghasilkan inkam minimal Rp2,09 Triliun (spending Rp500 Ribu).
 
Menteri Pariwisata Arief Yahya tidak segan memuji pariwisata Kepulauan Riau. “Kepri memang potensial sebagai pintu masuk wisman ke Indonesia. Atraksi yang ditawarkan di sana bagus. Wisata belanja dan kuliner terbaik ada di Kepri. Aksesibilitasnya sangat mudah dan bagus. Kepri ini infrastrukturnya luar biasa. Jalan-jalan di Batam sangat mulus dan lebar. Pilihan amenitasnya juga sangat banyak di Kepri. Progress positif pariwisata ini tentu menaikan kesejahteraan masyarakat. Mereka ini yang merasakan langsung,” tutup Menteri Pariwisata Arief Yahya.