Waspada Tuberkulosis, dr. Anke: Ubah Gaya Hidup dengan Berhenti Merokok

- Jumat, 25 Maret 2022 | 15:00 WIB
dr. Adrianne Marissa Tauran, Sp.P (dokter Anke)/kiri (Dok)
dr. Adrianne Marissa Tauran, Sp.P (dokter Anke)/kiri (Dok)

Makassar, HanTer - Penyakit Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit infeksi yang berpotensi serius. Penyakit ini dapat terjadi pada berbagai organ tubuh, namun seringkali menyerang paru-paru.

Bakteri yang menyebabkan tuberkulosis ditularkan dari satu orang ke orang lainnya melalui droplet kecil di udara yang dilepaskan melalui batuk dan bersin.

Dokter Spesialis Paru Siloam Hospitals Makassar, dr. Adrianne Marissa Tauran, Sp.P., menuturkan bahwa kasus TBC cukup bisa disembuhkan walaupun Indonesia menempati peringkat 3 di dunia dalam kasus TBC.

Pengobatannya cukup dalam waktu 6 bulan dengan kondisi normal, yang terbagi dalam 2 tahap, yaitu fase awal, di mana pengobatannya selama 2 bulan dengan minum obat setiap hari. Sedangkan untuk fase lanjutan, pengobatannya dengan selama 4 bulan dengan minum obat selang satu hari.

Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) diperingati setiap 24 Maret dan masih menjadi masalah besar bagi indonesia.

Untuk mencegah penularan TB maka harus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat yang dimulai dari diri kita sendiri. Kemudian konsumsi makanan yang bergizi karena jika daya tahan tubuh kurang maka akan lebih mudah terpapar TBC dibandingkan dengan orang yang daya tahan tubuhnya baik. Lalu gunakan masker atau menutup mulut sewaktu batuk atau bersin agar dapat menghindari terjadinya penularan dan tidak meludah di sembarang tempat.

"Namun perlu diketahui juga bahwa tidak semua penderita TB itu harus memiliki gejala batuk, sesak napas, batuk berdarah, harus berat badan turun, harus mengalami lemas. Dengan salah satu gejala yang disebut tadi sudah perlu dicurigai mengidap TBC. Dan untuk di era sekarang yang mungkin kondisi ekonomi sudah lebih baik dari era dahulu sering ditemui pasien dengan tanpa gejala, hanya karena sedang melakukan MCU dan dengan hasil foto thorax ternyata ditemukan pasien sudah mengidap TBC," kata wanita yang akrab disapa dokter Anke, seperti keterangan tertulis, Jumat (25/3/2022).

Dikatakannya, pada kasus anak yang mengalami TBC perlu diketahui bahwa anak tidak menularkan TBC. Karena anak belum dapat melakukan percikan melalui batuk atau bersin yang dapat disemburkan. Secara umum daya tahan tubuh yang baik dapat mencegah seseorang tertular penyakit TBC.

Faktor resiko terbesar dan utama dari penyakit TBC yaitu rokok. Rokok menjadi sumber asal muasal dari semua penyakit.

"Kalau kita bicara tentang kasus Paru tentu saja rokok ini sangat menjadi musuh utama. Jadi rokok ini secara langsung dan tidak langsung tentu saja dapat menyebabkan TBC yang melalui penurunan daya tahan tubuh, merusak fungsi paru. Jadi bagi perokok diwajibkan untuk segera merubah gaya hidup dengan berhenti merokok," paparnya.

Halaman:

Editor: Romi Terbit

Tags

Terkini

Cara Top Up Game Murah di Mocipay

Jumat, 3 Februari 2023 | 21:18 WIB

5 Manfaat Madu yang Jarang Diketahui Banyak Orang

Jumat, 3 Februari 2023 | 13:48 WIB

Susah tidur? Ikuti Trik Ini, Dijamin Nyenyak!

Jumat, 3 Februari 2023 | 13:32 WIB

5 Cara Mudah Menyembuhkan Sakit Kepala Secara Alami

Jumat, 3 Februari 2023 | 09:55 WIB

7 Makanan Mengandung MSG, Nomor 7 Sering Dikonsumsi

Jumat, 3 Februari 2023 | 08:37 WIB

Ehm..5 Weton Ini Diramalkan Kawin Lagi!

Jumat, 3 Februari 2023 | 07:17 WIB
X