80 Kapal Tradisional Antusias Ikut Pengukuran yang Digelar KSOP Kelas V Kepulauan Seribu

Safari
80 Kapal Tradisional Antusias Ikut Pengukuran yang Digelar KSOP Kelas V Kepulauan Seribu
Pengukuran kapal tradisional ini merupakan kegiatan rutin yang digelar Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Kepulauan Seribu.

Pulau Pramuka, HanTer - Sedikitnya 80 nelayan di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta mengikuti pengukuran kapal tradisional. Gerai Pengukuran kapal dibawah 7 GT (Gros Ton) ini dipusatkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pulau Pramuka. Setiap kapal diukur oleh petugas pengukur dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

Pengukuran kapal tradisional ini merupakan kegiatan rutin yang digelar Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Kepulauan Seribu. Pengukuran kapal kali ini berlangsung dari tanggal 10 -15 Desember 2018 dengan target 696 kapal tradisional untuk diukur. Proses pengukuran kapal ini disaksikan juga oleh Bupati Kepulauan Seribu Husen Murad. 

Kepala KSOP Kelas V Kepulauan Seribu, Herbert EP Marpaung mengatakan, 
target pengukuran kapal tradisional akan dilakukan di enam pulau di antaranya yakni Pulau Harapan, Pulau Kelapa, Pulau Pramuka, Pulau Tidung, Pulau Pari, Pulau Lancang, dan Pulang  Panggang. Dengan jumlah kapal yang akan diukur mencapai 696 kapal tradisional.

"Tapi jumlah ini akan terus berkembang karena empat hari terakhir kami mengirimkan tim pendahuluan ada di beberapa pulau yang terjadi penambahan jumlah kapal. Nanti data fixednya setelah selesai gerai," ujar Herbert di Pulau Pramuka, Senin (10/12/2018).

Herbert menegaskan, dengan adanya program pengukuran kapal tradisional maka menunjukan bahwa pemerintah pusat dan daerah memberikan pelayanan yang terbaik untuk rakyat. Karena dengan adanya pengukuran juga menunjukan bahwa kapal tersebut laik layar atau tidak. Apalagi pengukuran kapal juga untuk keselamatan nelayan. 

"Ini adalah program yang sudah diatur oleh UU Pelayaran. Pelayanan (ukur kapal tradisional) ini tidak ada bayaran," paparnya.

Herbert juga memaparkan, selain Program Pengukuran Kapal Tradisional, ke depan juga akan ada program lanjutan berupa SKK 60 untuk para nelayan. Untuk memudahkan nelayan mendapatkan SKK 60 maka pelatihan akan dilakukan di tempat masing - masing asal nelayan.

"Perhatian dari Kemenhub sangat serius dengan tujuan siap secara aspek legalitas dan ketrampilan untuk para nelayan," paparnya.

Hingga berita ini ditulis, sejumlah kapal tradisional masih mengikuti pengukuran. Waktu pengukuran setiap kapal berlangsung sekitar 3-5 menit tergantung dari besar dan kecilnya kapal. Sementara kapal yang sudah diukur bisa langsung berlayar untuk mencari ikan.