Kejari Telusuri Penemuan Sembako Diduga Tak Layak Konsumsi 

Romi
Kejari Telusuri Penemuan Sembako Diduga Tak Layak Konsumsi 
Kejari Andi Mirnawati/ ist

Cilegon, HanTer - Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cilegon Andi Mirnawati membantah pernyataan Wali Kota Cilegon Edi Ariadi yang menyebut pihaknya menjadi salah satu penyedia (pihak ketiga) bantuan sembako untuk warga terdampak Covid-19. Terlebih lagi sebagian paket bantuan sembako tersebut ternyata tidak layak konsumsi. 

Bahkan, Andi Mirnawati mengelak dengan tegas anggapan bahwa ada oknum di lembaganya yang menjadi penyedia paket sembako bantuan Covid-19. 

Andi Mirnawati menyatakan bahwa pihaknya hanya melakukan pendampingan hukum terhadap program penanggulangan Covid-19 di Pemkot Cilegon.

"Tidak benar yang dikatakan Walikota Cilegon kalau kami disebutkan sebagai pihak ketiga penyedia.Kami hanya melakukan pendampingan hukum berdasarkan permintaan dinas terkait kami akan lakukan konfirmasi kepada walikota Edi Ariadi," ujar Kejari Andi Mirnawati di Cilegon, seperti keterangan diterima Harian Terbit, Rabu (27/5/2020).

Menurut Kasie Intel Kejari Kota Cirebon Hasan Asy'Ari pihaknya akan melakukan penelusuran dahulu dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Artinya kita nanti lihat dilapangan apakah benar faktanya seperti itu paket sembako yang berisikan beras, sarden, kecap, mie instan, dan gula pasir.

"Namun salah satu paket yaknii beras yang kondiisinya berbau busuk. Jika memang benar sangat kami sayangkan.Ini bantuan untuk rakyat terdampak Covid 19 malah dipermainkan oleh mereka," ujar Hasan.

Hasan menambahkan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengumpulkan warga yang menerima paket sembako yang tak layak konsumsi itu dari pemerintah kota Cilegon.

"Kami akan kumpulkan beberapa warga yang menerima paket sembako yang tidak layak konsumsi itu dalam upaya pengumpulan data dulu di wilayah Pabean dan Masigit," tegasnya.

Sebelumnya Walikota Cilegon Edi Ariadi sempat angkat bicara terkait paket sembako yang di bagikan pada masyarakat terdampak Covid 19 yang di duga tak layak konsumsi, bahkan walikota akan menyetop sementara penyaluran bantuan paket sembako tersebut jika di permasalahkan.

Kala itu Edi terlihat kesal dan menyebutkan, bahwa pihak Kejaksaan Negeri Kota Cilegon juga ikut terlibat sebagai salah satu penyediaa paket sembako. Namun belakangan orang nomor satu di kota Cilegon sempat mengklarifikasi pernyataannya.
 

#Kejari   #Sembako   #Tak   #Layak