ANTISIPASI KRISIS FINANSIAL

Eks Presiden FIA ImbauFormula 1 Dibatalkan

Eka
Eks Presiden FIA ImbauFormula 1 Dibatalkan
Adu balap Formula 1 (ilustrasi/ist)

Paris, HanTer - Federasi Otomotif Dunia (FIA) menyadari seiring berjalannya waktu pasar Formula 1 terus menurun. Elektabilitasnya merosot, dan berbanding terbali dengan apa yang dilakukan di adu balap roda dua, yakni MotoGP. Biaya mahal, khususnya hak siar, tak lepas menjadi salah satu faktor merosotnya popularitas F1.

Musim ini, FIA kian di pusingkan sebab kalender olahraga bergengsi roda empat sejagat itu akhirnya mulai di rusak. Bukan dengan kesengajaan, sebab rusaknya jadwal balap tak lepas akibat dampak dari pandemi global virus corona alias Covid-19 yang menghantam hampir seluruh negara di belahan dunia.

Pelaksanaan start yang semula berlangsung di Melbourne, Australia pada 15 Maret lalu akhirnya batal dilangsungkan akibat masifnya penyebaran Covid-19. Seiring berjalannya waktu, beberapa seri berikutnya turut dibatalkan seperti GP Bahrain, Vietnam, China, Belanda, Spanyol, Monaco, Azerbaijan dan Kanada.

Itu tak lepas karena otoritas pemerintah setempat belum dan tidak menjamin penuh perizinan seluruh kegiatan termasuk gelaran Formula 1 karena akan berpotensi mengancam nyawa dan kesehatan. Begitu pun dengan seri berikutnya yang masih berada dalam tanda tanya besar meskipun akan dihelat pada Juni mendatang.

Dengan kata lain, hampir separuh seri musim ini terancam batal dan tertunda akibat masih masifnya penyebaran virus corona. Menyikapi hal tersebut, Max Mosley selaku mantan Presiden FIA pun turut angkat suara. Ia menyarankan agar adu cepat jet darat musim ini ditiadakan.

Menurutnya, pembatalan bisa membuat penyelenggara berada dalam situasi yang lebih baik utamanya dari sisi keamanan penyelenggaraan balapan. Selain itu pembatalan musim ini juga turut menolong seluruh konstruktor dari ancaman kebangkrutan akibat dibayangi krisis finansial.

"Dengan menunggu, kamu berisiko membuat segalanya menjadi lebih buruk tanpa memiliki kepastian memenangkan apa pun. Tidak ada jaminan bahwa balapan dapat dimulai lagi pada bulan Juli dan itu tampaknya semakin tidak mungkin. Itu akan menjadi bencana keuangan bagi sebagian besar penyelenggara lomba," kata dia dikutip Autosport, kemarin.

"Tim dan penyelenggara belum memiliki kepastian sehingga mereka tidak dapat merencanakan dan mengambil langkah-langkah. Mereka dalam kesulitan dan banyak kehilangan uang. Sampai kita tahu apa yang akan terjadi secara global dengan pandemi, tidak mungkin untuk membuat rencana rasional untuk F1," ujar Mosley.

Ditempat terpisah, Austria yang akan menjadi tuan rumah seri ke-11 masih membuka diri untuk menggelar balap. Dengan catatan gelaran tersebut dilangsungkan tanpa penonton. "Kami tidak ingin menghalangi," kata Menteri Olahraga dan Wakil Kanselir Austria, Werner Kogler, seperti dilansir Reuters.