Tajuk: Mengapresiasi COVID-19 Sebagai Bencana Nasional

***
Tajuk: Mengapresiasi COVID-19 Sebagai Bencana Nasional

Akhirnya pandemi COVID-19 ditetapkan sebagai bencana nasional di Indonesia. Penetapan tersebut diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Non-Alam Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sebagai Bencana Nasional yang ditandatangani pada 13 April 2020.

"Menyatakan bencana nonalam yang diakibatkan oleh penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sebagai bencana nasional," demikian butir pertama keppres tersebut yang diakses, di Jakarta, Senin.

Dalam butir selanjutnya dinyatakan penanganan COVID-19 sebagai bencana nasional dipimpin oleh Gugus Tugas COVID-19 yang dipimpin Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo.

Butir ketiga tertera bahwa "Gubernur, bupati, dan wali kota sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di daerah, dalam menetapkan kebijakan di daerah masing-masing harus memperhatikan kebijakan Pemerintah Pusat."

Kita menyambut positif penetapan virus corona sebagai bencana nasional. dengan penetapan ini itu berarti penanganan dan pencegahan virus ini bisa dilakukan lebih fokus, lebih terencana dan lebih berkesinambungan  di seluruh Indonesia. 

Harapannya tentu agar virus ini bisa segera ‘pergi’ dari negeri ini. Dengan demikian bangsa ini bisa lebih fokus dan dengan tenang untuk membangun memperbaiki ekonomi yang sudah terganggu dengan pandemic corona dalam sebulan terakhir.

Penetapan sebagai bencana nasional itu juga mengingat saat ini
kasus positif COVID-19 ini sudah menyebar di seluruh 34 provinsi di Indonesia, dengan daerah terbanyak positif berturut-turut, yaitu DKI Jakarta (2.186), Jawa Barat (540), Jawa Timur (440), Banten (285), Sulawesi Selatan (223), Jawa Tengah (203), Bali (86), Papua (68), Sumatera Utara (67), dan Yogyakarta (57).

Berdasarkan data dari situs Worldometers, hingga Senin (13/4) siang terkonfirmasi di dunia ada 1.866.510 orang yang terinfeksi Virus Corona dengan 115.257 kematian, sedangkan sudah ada 433.942 orang yang dinyatakan sembuh.

Hingga Senin (13/4), jumlah positif COVID-19 di Indonesia mencapai 4.557 kasus dengan 380 orang dinyatakan sembuh dan 399 orang meninggal dunia.

Kasus di Amerika Serikat mencapai 560.433, di Spanyol 169.496 kasus, di Italia 156.363 kasus, di Prancis 132.591, di Jerman sebanyak 127.854, Inggris sebanyak 84.279, di China 82.160 kasus, dan di Iran 73.303.

Tentu saja status bencana nasional itu, pada Pasal 62 ayat (1) mengatur soal pendanaan: "Pada saat tanggap darurat, BNPB menggunakan dana siap pakai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf f dan ayat (2) dana siap pakai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disediakan oleh Pemerintah dalam anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Hingga Senin (13/4), jumlah positif COVID-19 di Indonesia mencapai 4.557 kasus dengan 380 orang dinyatakan sembuh dan 399 orang meninggal dunia.

Kasus positif COVID-19 ini sudah menyebar di seluruh 34 provinsi di Indonesia, dengan daerah terbanyak positif berturut-turut, yaitu DKI Jakarta (2.186), Jawa Barat (540), Jawa Timur (440), Banten (285), Sulawesi Selatan (223), Jawa Tengah (203), Bali (86), Papua (68), Sumatera Utara (67), dan Yogyakarta (57).

Berdasarkan data dari situs Worldometers, hingga Senin (13/4) siang terkonfirmasi di dunia ada 1.866.510 orang yang terinfeksi Virus Corona dengan 115.257 kematian, sedangkan sudah ada 433.942 orang yang dinyatakan sembuh.

Kasus di Amerika Serikat mencapai 560.433, di Spanyol 169.496 kasus, di Italia 156.363 kasus, di Prancis 132.591, di Jerman sebanyak 127.854, Inggris sebanyak 84.279, di China 82.160 kasus, dan di Iran 73.303.

Jumlah kematian tertinggi saat ini terjadi di Amerika Serikat yaitu sebanyak 22.115 orang, disusul Italia yaitu sebanyak 19.899 orang, Spanyol sebanyak 17.489 orang, Prancis sebanyak 14.393 orang, Inggris sejumlah 10.612 orang, kemudian Iran sebanyak 4.585 orang. Saat ini sudah ada lebih dari 207 negara dan teritori yang mengonfirmasi kasus positif COVID-19.

Kita sepakat bahwa pandemi virus Corona memang dimaknai sebagai bencana nasional dan jangan dipahami sebagai penyakit atau virus semata. Pasalnya, dampak turunannya menyentuh semua aspek. Utamanya aspek ekonomi. 

Kita meyakini lewat status bencana nasional akan mampu mencegah corona dengan baik, sehingga tidak menjadi malapetaka yang memakan korban tewas semakin banyak.

Tentu kita mengapresiasi bahwa dengan penetapan sebagai bencana nasional, maka konsekensinya harus ada alokasi dana khusus untuk penanggulangannya. 

Sukses tidaknya upaya kita mencegah penyebaran virus ini adalah kedisiplinan dan kepatuhan warga mematuhi imbauan pemerintah untuk untuk tetap tinggal di rumah dan tidak bepergian, kecuali untuk kegiatan yang esensial seperti kegiatan yang berkaitan dengan kebutuhan pokok dan kesehatan.

Tak kalah pentingnya adalah kita mengajak seluruh elemen bangsa bersatu dan bersama dengan semangat kemanusiaan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak Covid-19. Kita mengajak seluruh elemen bangsa bersama-sama mencegah penyebaran virus ini.